Selasa, 03 September 2013

Miss World Tetap Digelar, Habib Rizieq : Demi Allah Kami tidak akan Diam!



Jakarta (SI Online) - Meski mendapatkan penolakan dari kalangan umat Islam, pagelaran maksiat Miss World 2013 sepertinya tetap digelar. Panitia penyelenggara seolah tak mempedulikan aspirasi mayoritas umat Islam.

Imam Besar Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Syihab dengan tegas dan keras mengingatkan bos MNC Group Hary Tanoesudibjo supaya tidak sombong dan arogan.

"Jangan mentang-mentang kau punya semuanya, kau punya tv, kamu dekat pejabat, kau punya jendral, kau akan merusak moral bangsa," kata Habib Rizieq di Markasz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (1/9/2013).

FPI, lanjut Habib Rizieq, tidak akan tinggal diam melihat upaya perusakan negara ini. "Demi Allah kami tidak akan diam. Kami akan lawan siapapun yang akan merusak republik ini," tandasnya.

Habib Rizieq juga mengingatkan Hary Tanoe supaya segera sadar diri dan berhati-hati, sebab dirinya sedang berhadapan dengan umat Islam.

"Kami selama ini hargai minoritas, tak pernah ganggu agama lain. Kami mayoritas tahu diri. Kami peringatkan, stop rencana adakan Miss World untuk merusak moral bangsa ini," pungkasnya.

red: shodiq ramadhan

Ustadz Arifin Ilham Bersama Warga Sentul Siap Berdemo Menolak Miss World


Ustadz Arifin menghimbau kepada seluruh jamaah Az Zikra, dan umat Islam umumnya untuk melakukan demonstrasi menolak tegas diadakannya acara Miss World yang akan diselenggarakan di Indonesia khususnya di Bogor, Jawa Barat.

"Bohong dzikir kita kalau tidak memperhatikan urusan umat dan membiarkan kemaksiatan didepan mata kita," ujar Ustadz Arifin.

Rencananya puncak acara Miss World akan diselenggarakan pada 28 September 2013 mendatang di gedung Sentul Internasional Convension Centre (SICC) Bogor, yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Az Zikra.

Terkait SICC, mantan misionaris Ustadz Bernard Abdul Jabbar pernah mengungkapkan bahwa tempat tersebut dimiliki oleh kaum Nasrani Yahudi dan pernah digunakan ribuan misionaris untuk merencanakan program masa tuaian (pemurtadan) di Indonesia. Selain itu SICC juga kerap digunakan untuk acara hiburan dari artis-artis mancanegara untuk menghancurkan akidah kaum muda khususnya.

Dalam rangka menggagalkan acara Miss World, Ustadz Arifin bersama masyarakat Sentul dan sekitarnya serta kaum muslimin dari berbagai tempat lainnya akan bersatu menolak ajang pamer aurat tersebut.

"Dengan ijin Allah acara tersebut akan batal digelar" ungkap Ustadz Arifin.


Rep: Muhammad Abdul Ghany Sabilana
Red: Syaiful

FPI Serukan Umat Islam tak Pilih Hanura dan Cawapresnya karena Gelar Miss World


Jakarta (SI Online) - Front Pembela Islam telah menggelar musyawarah nasional ketiga beberapa waktu lalu. Salah satu hasil dari munas itu adalah penolakan terhadap ajang Miss world yang akan digelar pada September ini.

"Menolak Keras Pergelaran Maksiat Miss World yang rencananya akan diselenggarakan pada 28 September 2013 di Bali dan Jakarta," bunyi butir sikap DPP FPI yang ditandatangani pimpinan Munas KH Misbahul Anam dan KH A Shabri Lubis.

FPI mengetahui bahwa ajang maksiat Miss World 2013 ini digelar atas inisiasi Miss Indonesia Organization, yang dipimpin Liliana Tanoesoedibjo, istri pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo yang juga tokoh dan Cawapres Partai Hanura.

Karena itu dalam seruannya FPI mengingatkan umat Islam supaya tidak memilih Partai Hanura dan mendukung calon wakil presidennya dengan alasan partai tersebut mendukung ajang maksiat Miss World.

"Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tidak memilih Partai Hanura dan Cawapresnya karena telah mendukung Pergelaran Maksiat Miss World 2013," seru FPI.

FPI beralasan ajang Miss World adalah adalah ajang pamer kemaksiatan dan ciri invasi dari peradaban materialisme yang menjadi  ciri khas dari peradaban Barat (Western Civilization). Peradaban Barat sarat dengan pemujaan materi.

"Ada empat hal yang dipuja dalam peradaban ini, yaitu kekayaan, jabatan, kecantikan, dan popularitas. Agama disingkirkan sebagai sumber nilai, digantikan dengan budaya dan spekulasi akal yang serba relatif," jelasnya.

red: shodiq ramadhan

Habib Rizieq Ingatkan Kapolri agar tak Berikan Izin Miss World


Jakarta (SI Online) - Melalui pesan singkat (SMS), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Al Habib Muhammad Rizieq Syihab mengingatkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo supaya tidak memberikan izin terselenggaranya ajang kemaksiatan Miss World 2013 di Indonesia. Pesan itu selain dikirim kepada Kapolri juga ditembuskan kepada sejumlah Menteri, anggota Dewan, pimpinan Parpol dan Ormas, Ulama dan tokoh, serta media massa.

Dalam pesan singkat yang diterima Suara Islam Online, Jumat 30 Agustus 2013 itu, Habib Rizieq mengingatkan bahwa penyelenggaraan Miss World setidaknya melanggar 14 aturan.

Keempat belas aturan itu disebutkan secara rinci oleh Habib Rizieq di antaranya : Norma Agama, Norma Budaya, Pancasila, UUD 1945, KUHP pasal 281 tentang merusak kesopanan di muka umum, UU Pornografi, Larangan Presiden RI tanggal 28 Mei 1996, Instruksi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunkasi RI tanggal 30 Januari 1984 No.1M.I/HK/208/MPPT/84, Surat Dirjen Pariwisata tanggal 27 Juni 1981 No.142//D.1/VI/1981, SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 26 Mei 1984 No.0237/U/1984, Instruksi Dirjen Pariwisata tanggal 27 Juli 1984 No.02/INST/VII/1984, Surat Dirjen Pariwisata RI tanggal 14 September 1984 No.66/B.4/IX/84, SK Dirjen Kebudayaan RI tanggal 25 Juni 1986 No.0646/FI.IV/J.96, dan Surat Gubernur DKI Jakarta tanggal 9 Agustus 1980 No.3554/VIII/1980.

Pada poin ke-15, Habib Rizieq menambahkan juga bahwa  Miss World dan Miss Universe adalah ajang maksiat internasional.

"Di tahun 2005, Artika Sari Devi dari Indonesia dan para peserta Miss Universe 2005 di Thailand bukan hanya pakai bikini, bahkan difoto telanjang bugil di ruang ganti di depan para pria petugas pemberi pakaian, dan fotonya disebarluaskan oleh kantor berita AFP. Inikah yang disebut mengharumkan bangsa ?!", bebernya.

"Semoga Bapak Kapolri tampil di barisan terdepan dalam membela dan menjaga moral bangsa.Terima Kasih," pungkas Habib.

red: shodiq ramadhan

Kamis, 29 Agustus 2013

Miss World akan Membuat Citra Buruk Indonesia

Jakarta (SI Online) - Alasan kementrian pariwisata mendukung acara Miss World agar bisa menarik minat wisatawan asing dibantah oleh Endang Setiaji, mantan konselor kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) di London. Menurutnya ajang pamer aurat tersebut justru akan membuat citra buruk bagi Indonesia.

"Miss World akan membuat citra buruk bagi Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim, karena itu sangat bertentangan dengan budaya bangsa ini," ujar Endang saat acara di kantor Partai Bulan Bintang, Jakarta (28/8/2013).

"Saya waktu bertugas menjadi konselor KBRI di London selalu mempromosikan budaya ketimuran asal Indonesia dan orang-orang Ingris jadi tertarik dengan Indonesia. Namun ketika muncul kasus Inul dengan goyang erotisnya justru mereka (orang-orang Inggris) malah mempertanyakan, kok yang berbau pornoaksi gitu ada di negara mayoritas muslim," cerita Endang.

Hal senada juga dikatakan oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath, seharusnya kementerian pariwisata bangga dengan budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya barat.

"Kalo wisatawan asing datang, sediakan mereka minuman produk kita sendiri seperti bandrek atau bajigur gitu, jangan dikasih bir karena itu sudah sering mereka jumpai di tempat mereka sendiri. Justru kita harus memberikan yang beda, dan kita harus tampilkan budaya Islam agar mereka tahu tentang Islam," ungkap Ustadz al Khaththath.

Ustadz al Khaththath juga mengatakan bahwa umat Islam dari berbagai elemen akan turun ke jalan secara besar-besaran untuk menolak ajang pamer aurat tersebut.


red: syaiful

PBB Menolak Tegas Penyelenggaraan Miss World

Jakarta (SI Online) - Partai Bulan Bintang (PBB) menolak tegas penyelenggaraan Miss World di Indonesia, hal itu disampaikan ketua umum PBB MS Kaban pada Rabu (28/8/2013).

Menurut Kaban, Miss World tidak memberi dampak yang kongkrit untuk kemajuan bangsa kecuali hanya ekploitasi kecantikan yang mengobral sensualitas saja.

"Untuk apa melakukan sesuatu yang mubazir dan menurunkan martabat bangsa, tanpa Miss World Indonesia lebih beradab," ujar Kaban kepada Suara Islam Online.

Kaban juga menilai, dengan ekploitasi pamer kecantikan Miss World kita akan terjebak dalam mesumisasi.

Dalam rangka menolak penyelenggaraan Miss World, rencananya anggota PBB beserta laskar hijaunya akan ikut dalam barisan Forum Umat Islam (FUI) yang akan menggelar demo besar-besaran untuk menolak ajang pamer aurat tersebut.

red: syaiful

Subhanallah.. Saat Evakuasi Korban Tsunami, Habib Rizieq Rela Tinggal di Kuburan



Bekasi (SI Online) - "Front Pembela Islam semakin hari semakin bagus, semakin meningkat dan semakin diterima masyarakat. Saya yakin kedepan FPI bisa melakukan yang terbaik buat bangsa dan negara." Demikian dikatakan Menteri Sosial Dr. Salim Segaf al Jufri dihadapan ribuan pengurus FPI dari seluruh wilayah Indonesia di Bekasi, Sabtu (24/8/2013) yang lalu.

Dalam kegiatan sosial, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. "Saya pernah mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami Aceh, saya salut kepada FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu," ujarnya.

"Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI itu tinggal kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq memimpin laskar untuk mengevakuasi mayat selama 4 bulan, Subhanallah inilah yang FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan," ujar menteri sosial menceritakan pengalamannya.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2005 lalu, dengan biaya sendiri serta peralatan seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat yang sulit dievakusi namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Juru bicara Polda Aceh, Sayed Husaini. Namun sayang jasa besar FPI itu, hampir tidak diberitakan sama sekali oleh media-media sekuler.

 Habib Rizieq bersama relawan sedang mengevakuasi mayat korban Tsunami Aceh

red: syaiful

Senin, 26 Agustus 2013

Habib Rizieq: Kontes Miss World Wajib Dibubarkan!

25 August 2013


Jakarta – FPI: Front Pembela Islam (FPI) tegas menolak rencana pergelaran kontes kecantikan Miss World di Indonesia. Untuk itu jika kontes tersebut tetap digelar, maka FPI mengultimatum akan membubarkan secara paksa.

Aksi itu bakal dilakukan FPI kalau pemerintah tetap mengeluarkan surat perizinan penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut di Indonesia. "Wajib kita bubarkan acara Miss World kalau pemerintah memaksakan (memberi izin)," ujar Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Ahad 25 Agustus 2013.

Bahkan, Habib Rizieq menyatakan siap untuk ditangkap aparat kepolisian dengan rencana aksi sepihak tersebut. Sebab, kata Habib, Miss World sarat dengan kemaksiatan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya yang ada di Indonesia. "Saya siap bertanggung jawab dunia akhirat. Gak usah cari kemana-kemana provokatornya, ada Habib Rizieq siap ditangkap untuk membubarkan Miss World," tegasnya.

Bukan hanya FPI, umat Islam secara luas juga tegas menolak acara tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang mengaku telah didekati dengan berbagai cara oleh panitia penyelenggara juga bersikukuh dengan keputusannya menolak ajang kemaksiatan itu.

PAK HARTO LEBIH TEGAS DIBANDING SBY
Habib Rizieq Syihab meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat bersikap tegas dalam menyikapi polemik penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Habib mengambil contoh sikap Presiden Soeharto saat ada polemik terkait keikutsertaan Indonesia dalam ajang kontes kecantikan yang ia nilai tegas dan mencerminkan wibawa seorang pemimpin.

"Waktu di zaman Pak Harto, ketika ada kelompok yang berniat mengirimkan Putri Indonesia ke Miss World atau Miss Universe, Ibu Min Sugandi saat itu menteri pemberdayaan wanita meminta pertimbangan presiden dulu. Besoknya, Bu Min katakan, bapak (Pak Harto) sampaikan itu bukan budaya kita," ujar Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Habib Rizieq menggambarkan, saat itu Presiden Soeharto dengan tegas menyatakan penolakannya karena ia menilai kontes tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal Indonesia dan ketegasan Presiden saat itu langsung mengakhiri polemik yang ada. "Cuma satu kalimat, itu bukan budaya kita. Langsung berhenti (polemiknya), tidak ada putri Indonesia yang dikirim ke miss universe atau miss world. Mustinya begitu wibawa seorang presiden, tidak usah repot-repot dengan SK, kepres, atau rapat kabinet berkepanjangan, cukup presiden ambil inisiatif dengan tegas bahwa pergelaraan miss world bertentangan dengan nilai-nilai norma agama dan kearifan lokal dan budaya kita, batalkan," tukasnya.

Ia juga menegaskan FPI akan tetap menolak penyelenggaraan miss World di Indonesia dan akan terus menyuarakan penolakan tersebut dan ia berharap Presiden SBY dapat bersikap tegas terkait polemik tersebut. "Kita tunggu kewibawaan presiden kita, ketegasannya untuk melarang miss world," lanjut Habib.
Kontes kemaksiatan Miss world sesuai rencana akan digelar pada akhir September 2013. Bali, Jakarta dan Bogor rencananya akan digunakan untuk perhelatan acara yang dipromotori istri Hary Tanoesudibjo dan grup MNC itu. [slm/fpi]
Source: Suara-Islam.COM

FPI Bukan Musuh Negara, FPI Musuh Kezaliman!

25 August 2013

Bekasi – FPI: Ketua umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan bahwa FPI adalah pelayan umat dan pembela Islam. FPI bukan musuh bangsa, bukan musuh aparat dan pejabat tetapi FPI musuh segala kemunkaran dan kemaksiatan. FPI akan menjadi yang terdepan dalam melawan kezaliman. Demikian dikatakan Habib Rizieq dihadapan menteri agama, pejabat, aparat, para ulama dan ribuan pengurus FPI se Indonesia pada pembukaan musyawarah nasional FPI ke III di Asrama Haji, Bekasi, Kamis 22 Agustus 2013.

“Musuh FPI adalah segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan. Musuh FPI adalah KORUPSI, PELACURAN, MIRAS, NARKOBA, PERJUDIAN, PENGKHIATAN, KEBATILAN, KEDURJANAAN. Karena itu, FPI senantia untuk berada di barisan terdepan untuk melawan kezaliman di republik ini,” ungkap Habib saat memberi sambutan di depan peserta Munas III FPI.
Habib Rizieq menegaskan, sejak FPI berdiri, organisasi Islam ini tidak pernah menolak pilar-pilar negara RI, tidak menolak Pancasila selama Pancasila ditafsirkan sesuai dengan syariat Islam. FPI juga tidak menolak UUD 1945 dan per Undang-undangan lainnya, selama produk UU itu  tidak bertentangan dengan syariat Islam.

FPI juga tidak menolak falsafah Bhineka Tunggal Ika, selama Bhineka Tunggal Ika diartikan sebagai kemajemukan, keberagaman, untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan menghargai, tidak mengganggu satu sama lain. “Tapi, FPI menolak jika Bhineka Tunggal Ika diartikan Pluralis (me) yang menganggap semua agama sama, benar dan masuk surga. Penolakan ini akan terus menerus sampai generasi selanjutnya hingga akhir massa.”

FPI juga tidak menolak NKRI, bahkan FPI siap berada di barisan terdepan untuk mempertahankan NKRI. FPI  menolak segala bentuk separatis seperti RMS dan OPM, dan mendorong pemerintah agar bertindak tegas bagi siapapun yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. “Aktivis FPI siap dikirim negara untuk melawan gerakan separatis di negeri ini,” ujar Habib.

Begitu juga, FPI bukan kelompok gorong-gorong  yang ingin merongrong dan menghancurkan persatuan dan kesatuan, tapi mencintai negeri ini. “Yuk adu cinta NKRI, dengan mengorbankan harta,  jiwa dan raga untuk tunduk pada hukum Allah, sehingga diharapkan menjadi negeri yang baldatun warabbun ghafur.

Habib Rizieq menerangkan bahwa dalam perjalanannya, setidaknya dalam setahun terakhir jumlah anggota FPI semakin banyak. Itu terbukti dengan bertambahnya jumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FPI di seluruh daerah di Indonesia. Tahun lalu jumlahnya 131 DPC, tahun ini bertambah lebih dari dua kali lipat menjadi 276 DPC. Perkembangan ini membuktikan FPI semakin diterima oleh masyarakat.

Dihadapan sekitar 2000 pengurus FPI, Habib Rizieq berpesan agar anggota FPI menjunjung tinggi akhlakul karimah. "JADI ANGGOTA FPI JANGAN SOMBONG, HATI-HATI DALAM BERSIKAP, JANGAN MERASA YANG PALING BERJUANG," ujar Habib.

Selain itu, ketua umum FPI ini juga menyayangkan atas pemberitaan media selama ini yang begitu derasnya memfitnah FPI. "KITA TIDAK AKAN PERNAH TAKUT UNTUK DIFITNAH, DIPOJOKKAN, ATAU DICACI MAKI. BAGI FPI DIFITNAH ITU BIASA, DIPENJARA ITU UZLAH, DIBUANG ITU TAMASYA, DAN DIBUNUH ADALAH CITA-KAMI KAMI UNTUK MATI SYAHID," tegas Habib Rizieq.

Atas isu pemberitaan yang begitu dahsyatnya, FPI selalu diancam untuk dibubarkan. "Sering sekali isu pembubaran FPI, dalam setahun bisa 3-4 kali FPI mau dibubarkan. Tapi alhamdulillah atas pertolongan Allah isu itu sirna dengan sendirinya. FPI tidak punya beking, itu semua karena pertolongan Allah Swt," ungkap Habib Rizieq.

Sementara itu Ketua Umum Al Irsyad al-Islamiyyah KH. Abdullah Zaidi saat memberi sambutan mengatakan, FPI bukan ormas Islam garang dan sadis. “Mereka yang menilai FPI garang dan sadis harus diklarifikasi. Mari kita tunjukkan akhlakul karimah, agar kesan orang yang tidak suka dapat kita tangkis. Camkanlah, jika kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita,” ujar Abdullah Zaidi. [slm/fpi]

Source: fpi/Voa-Islam.COM

Jumat, 23 Agustus 2013

Ketua MUI Dukung Habib Rizieq jadi Presiden


"Jika tahun 2014 Habib Rizieq dicalonkan jadi presiden, saya yakin umat Islam pasti akan mendukung," ujar Kyai Cholil yang disambut dengan pekikan takbir para jamaah.

Dalam acara yang dihadiri menteri agama, para ulama, habaib, pimpinan ormas serta pengurus FPI dari seluruh wilayah Indonesia itu kyai Cholil berpesan agar umat Islam mengaji politik Islam agar faham masalah kenegaraan.

Selain itu, kyai Cholil juga menyampaikan kesannya dalam acara munas FPI tersebut karena kental semangat jihadnya.

"Saya belum pernah merasakan dalam acara lain, di acara ini saya bergetar, Ruhul Jihad saya rasakan dalam munas FPI ini. Syariat Islam tidak bisa ditegakkan tanpa jihad," tegas ketua MUI yang juga disambut kalimat "Allahuakbar" dari jamaah.

Menteri Agama : Saya Salut kepada FPI



Bekasi (SI Online) - Saya salut kepada Habib Rizieq dan Front Pembela Islam (FPI), organisasinya baru berumur 15 tahun tapi sudah terlihat kematangannya. FPI selalu tampil dalam berbagai keadaan, FPI menjadi organisasi yang terkenal karena kepedulian dan ketegasannya. Demikian dikatakan Menteri Agama Suryadarma Ali dalam pembukaan musyawarah nasional (munas) FPI ke III di Asrama Haji, Bekasi, Kamis (23/8/2013).

Menurut Suryadarma Ali atau biasa disebut SDA, saat ini perjuangan umat Islam semakin berat karena pihak-pihak yang tidak menyukai Islam bekerja secara sistematis.

"Pihak-pihak yang mendiskreditkan Islam itu banyak, dan mereka bekerja dengan cara yang sistematis. Oleh karena itu masih banyak yang harus kita perjuangkan," ujar SDA.

Terkait aktifitas amar makruf nahi munkar, SDA sangat setuju jika kemaksiatan itu harus diperangi.

"Kita setuju maksiat itu harus diperangi, Indonesia seperti syurga bagi para penjaja narkoba, korupsi, pelacuran, kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan itu semua harus diperangi dengan langkah-langkah yang simpatik," tegas SDA.

Dalam sambutannya berkali-kali SDA meneriakkan "Allahuakbar" untuk menyemangati para jamaah, "Menteri agama lebih dari FPI," ujarnya sambil tersenyum.

Habib Rizieq: FPI Bukan Musuh Negara, FPI Musuh Kezaliman





Bekasi (SI Online) - Ketua umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan bahwa FPI adalah pelayan umat dan pembela Islam. FPI bukan musuh bangsa, bukan musuh aparat dan pejabat tetapi FPI musuh segala kemunkaran dan kemaksiatan. FPI akan menjadi yang terdepan dalam melawan kezaliman. Demikian dikatakan Habib Rizieq dihadapan menteri agama, pejabat, aparat, para ulama dan ribuan pengurus FPI se Indonesia pada pembukaan musyawarah nasional FPI ke III di Asrama Haji, Bekasi, Kamis (22/8/2013).

Habib Rizieq menerangkan bahwa dalam perjalanannya, setidaknya dalam setahun terakhir jumlah anggota FPI semakin banyak. Itu terbukti dengan bertambahnya jumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FPI di seluruh daerah di Indonesia. Tahun lalu jumlahnya 131 DPC, tahun ini bertambah lebih dari dua kali lipat menjadi 276 DPC. Perkembangan ini membuktikan FPI semakin diterima oleh masyarakat.

Dihadapan sekitar 2000 pengurus FPI, Habib Rizieq berpesan agar anggota FPI menjunjung tinggi akhlakul karimah. "Jadi anggota FPI jangan sombong, hati-hati dalam bersikap, jangan merasa yang paling berjuang," ujar Habib.

Selain itu, ketua umum FPI ini juga menyayangkan atas pemberitaan media selama ini yang begitu derasnya memfitnah FPI.

"Kita tidak akan pernah takut untuk difitnah, dipojokkan, atau dicaci maki. Bagi FPI difitnah itu biasa, dipenjara itu uzlah, dibuang itu tamasya, dan dibunuh adalah cita-kami kami untuk mati syahid," tegas Habib Rizieq.

Atas isu pemberitaan yang begitu dahsyatnya, FPI selalu diancam untuk dibubarkan. "Sering sekali isu pembubaran FPI, dalam setahun bisa 3-4 kali FPI mau dibubarkan. Tapi alhamdulillah atas pertolongan Allah isu itu sirna dengan sendirinya. FPI tidak punya beking, itu semua karena pertolongan Allah Swt," ungkap Habib Rizieq.


Rabu, 21 Agustus 2013

Sekjen FUI: Umat Islam Wajib Waspada terhadap Pemberitaan Media Sekuler


Jakarta (SI Online) - Kita sebagai umat Islam wajib berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan berita media sekuler. Berbagai berita bohong biasanya disebarkan oleh orang-orang fasik. Nah berita bohong yang diberitakan oleh media-media sekuler yang memojokkan Front Pembela Islam (FPI) akhir-akhir ini semakin membuktikan bahwa mereka adalah media-media orang fasik. Demikian pernyataan dari Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath yang diterima Suara Islam Online, Rabu (21/8/2013).

Pernyataan Ustadz al Khaththath tersebut bukan tanpa alasan, beliau mengatakan memang selama ini berita terkait umat Islam banyak fitnahnya, dan yang paling sering ialah pemberitaan tentang FPI.

"FPI sering jadi korban berita dari orang-orang fasik, seperi kasus Palangkaraya, FPI jadi korban karena diserbu preman Palangkaraya tetapi malah diberitakan FPI yang harus dibubarin. Juga kasus di Kendal, FPI diserbu preman tetapi malah yang diberitakan FPI bentrok dengan warga, padahal jelas yang buat makar adalah preman Ronggolawe yang dipimpin seorang preman Kristen. Polisi dimana? Kok mereka membiarkan preman Ronggolawe yang bekingi lokalisasi Alaska dan judi togel?" ujar Ustadz al Khaththath.

"Menurut investigasi wartawan Islampos jumlah preman Ronggolawe ini 150 orang dan mereka inilah yang menyerbu FPI di bulan Ramadhan kemarin, tapi media massa malah membuat berita yang tidak sesuai kenyataan dan cenderung memojokkan dan memfitnah FPI, bahkan hingga presiden SBY pun terpengaruh oleh penyesatan berita tersebut dan berkomentar miring kepada FPI. Lalu anak buahnya seperti Ruhut Sitompul coba ikut bernyanyi untuk bubarkan FPI," ungkap Ustadz al Khaththath.

"Lalu muncul lagi kasus Lamongan, mereka (media sekuler) sebut kembali FPI bentrok dengan warga, bahkan ini lebih parah, empat puluhan orang ditangkap polisi dan diberitakan itu adalah FPI. Padahal menurut keterangan DPP FPI tidak ada FPI di Lamongan karena sudah dibekukan sejak tahun 2010, tapi media terus menyanyikan lagu fitnah mereka bahwa ada bentrok FPI dengan warga," tambahnya.

Sekjen FUI kemudian mengingatkan dengan membacakan firman Allah Swt surat al Hujurat ayat 6 yang berbunyi: "Wahai orang-orang yang beriman ketika datang kepada kalian orang yang fasik dengan membawa suatu berita maka tabayyunlah (carilan kebenaran berita)."

"Kita sebagai umat Islam wajib berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan berita media sekuler," pesannya.

Terkait kebohongan media tersebut, pada Rabu (21/8/2013) ini, rencananya FPI akan melaporkan sejumlah media sekuler ke dewan pers. Media tersebut antara lain MetroTV, TV One, Trans TV, Trans7, RCTI, ANTV, SCTV, SINDO TV, Kompas, Media Indonesia, dan Warta Kota. FPI melalui salah satu ketuanya Munarman SH, mengatakan bahwa media tersebut dilaporkan karena telah menyebarkan berita bohong tentang FPI.

Sebarkan Berita Bohong, Sejumlah Media Sekuler Dilaporkan FPI ke Dewan Pers



Jakarta (SI Online) - Bismillah, hari ini Front Pembela Islam (FPI) akan layangkan surat pengaduan ke Dewan Pers, sebanyak 8 media televisi dan 3 media cetak yang akan dilaporkan. Media tersebut diantaranya adalah MetroTV, TV One, Trans TV, Trans7, RCTI, ANTV, SCTV, SINDO TV, Kompas, Media Indonesia, dan Warta Kota. Demikian pesan yang disampaikan ketua FPI bidang nahi munkar Munarman SH yang diterima Suara Islam Online, Rabu (21/8/2013).

Munarman mengatakan media tersebut dilaporkan karena telah menyebarkan berita bohong tentang FPI dalam peristiwa Lamongan dan Tasikmalaya. Kebohongan tersebut diulang-ulang dan tanpa melakukan cover both side dan bersifat insinuatif untuk menggiring opini publik. Media yang dilaporkan tersebut juga mencampuradukan antara fakta dan opini.

"Kami ingin menguji, apakah prinsip-prinsip yang diagung-agungkan oleh kaum demokrat yaitu independensi pers, pers yang tidak memihak pada salah satu golongan atau kelompok atau posisi ideologis yaitu liberalisme, bisa bersikap adil kepada umat Islam," ujar Munarman.

"Ini saatnya menguji mereka dengan prinsip dan standar mereka sendiri," tegas Munarman.


red: syaiful

Senin, 19 Agustus 2013

Habib Rizieq : Jangan Ingkari Sejarah Kemerdekaan, Ini Negeri Islam!


Sabtu, 17/08/2013 11:57:40 | syaiful falah | Dibaca : 2813 



Jakarta (SI Online) - Dalam suasana kemerdekaan Indonesia, redaksi sengaja menurunkan kembali tulisan seputar sejarah bangsa ini yang sebelumnya pernah dimuat. Adalah Habib Muhammad Rizieq Syihab MA, seorang ulama sekaligus kandidat doktor juga pemimpin umat yang mampu mengkombinasikan kemampuan berbicara/berceramah dengan kemahiran menulis. Dengan bukunya yang ilmiah tentang pelurusan sejarah dan dasar negara Indonesia yang berjudul "Wawasan Kebangsaan, Menuju NKRI Bersyariah" telah membongkar bagaimana dan seharusnya bentuk negara ini.

Dalam pertemuan tokoh umat Islam beberapa waktu lalu, secara singkat Habib Rizieq menguraikan sejarah, bahwa ketika perdebatan tentang Dasar Negara sebelum kemerdekaan diproklamirkan, Muhammad Yamin, Soepomo dan Soekarno mengajukan usulannya.

Pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Muhammad Yamin mengusulkan Lima Dasar Negara tanpa menggunakan istilah Pancasila. Lima Dasar Negara usulan M. Yamin adalah: 1. Peri Kebangsaan, 2. Peri Kemanusiaan, 3. Peri Ketuhanan, 4. Peri Kerakyatan, 5. Kesejahteraan Sosial.

Pada sidang terakhir BPUPKI 1 Juni 1945 Soekarno mengajukan Lima Dasar: 1. Kebangsaan Indonesia, 2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, 3. Mufakat atau Demokrasi, 4. Keadilan Sosial, 5. Ketuhanan. “Baik usulan Soepomo, Yamin maupun ‘Pancasilanya Soekarno’, itu tidak pernah menjadi kesepakatan maupun keputusan BPUPKI,” kata Habib Rizieq.

Kata Habib Rizieq, sidang berjalan alot. BPUPKI terbelah antara kelompok sekuler dengan kelompok Islam. Kelompok Islam sudah tentu menginginkan Negara berdasarkan Islam, dan ditentang kelompok sekuler. Akhirnya sidang membentuk Panitia Sembilan. “Ada empat ulama dalam Panitia Sembilan ini, yaitu KH Abdul Wahid Hasyim (NU), KH Abdul Qohar Muzakkir (Muhammadiyah), KH Agus Salim dan Abikoesno Tjokrosoejoso, keduanya dari Syarikat Islam,” ujar Habib Rizieq. Sementara golongan sekuler diwakili Soekarno, M. Hatta, M. Yamin dan Ahmad Soebardjo. Dan, kalangan Kristen diwakili A.A Maramis.

Habib Rizieq menegaskan, justru Panitia Sembilan yang berhasil menetapkan Dasar Negara yang dibingkai dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Lima Dasar Negara itu adalah: 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, 5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Malah sebelumnya, bunyi sila pertama versi Piagam Jakarta itu adalah: ‘Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam’, tanpa diikuti kalimat ‘bagi pemeluk-pemeluknya’. Tetapi kemudian muncul kompromi dengan menambah kalimat ‘bagi pemeluk-pemeluknya’.

Disepakati pula saat proklamasi kemerdekaan, Piagam Jakarta ini secara resmi akan dibacakan. Tapi, kata Habib Rizieq, terjadi penelikungan. Pada 17 Agustus 1945 itu bukan Piagam Jakarta yang secara resmi dibacakan, melainkan secara dadakan Soekarno membuat teks proklamasi dengan singkat lewat tulisan tangan. Teks proklamasi dadakan dan singkat inilah yang dibacakan untuk proklamasi kemerdekaan sebagaimana dikenal sampai sekarang.

Parahnya lagi, pada keesokan harinya, 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang, dan terjadilah terjadi pengkhianatan. Tanpa melibatkan wakil-wakil Islam sebagaimana dalam sidang BPUPKI sebelumnya, terjadilah pencoretan tujuh kata dalam sila pertama yang berbunyi: ‘kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’.

Dalih bahwa kalangan Kristen Indonesia Timur akan menarik diri dari NKRI jika Piagam Jakarta dideklarasikan seperti disampaikan Hatta yang, katanya, mendapat informasi dari opsir Jepang, menurut sejarawan dan budayawan Ridwan Saidi, itu dusta belaka. Tak ada faktanya.

Tanpa melibatkan wakil-wakil islam dalam pengesahan Dasar Negara Pancasila yang berbeda dengan Piagam Jakarta, sesungguhnya sidang PPKI 18 Agustus 1945 itu tidak sah. Jadi, sebenarnya sampai sekarang jika umat Islam menegakkan syariat Islam di republik ini adalah sah. Yang berlawanan atau menentang, justru masuk kategori subversif.

Toh, meskipun demikian, kata Habib Rizieq, sila pertama yang diganti (tanpa melibatkan wakil-wakil Islam) menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa”, itu pun jelas maksudnya Allah Subhanahu Wata’ala. Sebab, Tuhan Yang Esa itu hanya ada dalam Islam. Ditambah lagi ditegaskan dalam Muqaddimah UUD 1945 pada alenia ketiga: “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa”, ini jelas merujuk kepada Islam.

Dengan pengkhianatan ini, sesungguhnya sidang PPKI yang tak melibatkan wakil-wakil Islam yang sudah menyepakati Piagam Jakarta bersama kelompok sekuler dan satu orang wakil dari golongan Kristen, adalah tidak sah. Dasar Negara yang sah adalah yang disepakati dan ditandatangani pada 22 Juni 1945 yang terdapat dalam Piagam Jakarta. “Historisnya, Pancasilanya Soekarno ditolak. Yang disepakati adalah Dasar Negara yang terdapat dalam Piagam Jakarta,” ungkap Habib Rizieq.

Lantas, kata Habib Rizieq, bagaimana ceritanya ujuk-ujuk Indonesia disebut sebagai Negara Demokrasi? Pancasila yang dijadikan sebagai Dasar Negara (lewat pengkhianatan) itu tidak menyebut republik ini sebagai sebagai Negara Demokrasi. Tapi, lucunya, ungkap Habib Rizieq, Soekarno pernah mendeklarasikan Demokrasi Liberal dan Demokrasi terpimpin untuk tujuan melindungi Komunisme. Sementara Soeharto mendeklare Demokrasi Pancasila untuk melindungi Kebatinan.

Habib Rizieq menceritakan, ia pernah mendapat kunjungan dari beberapa jenderal membahas soal ini. Menurut para jenderal itu, Indonesia adalah Negara Demokrasi. Lalu, ujar Habib Rizieq, tidak ada kata-kata atau kalimat dalam Pancasila atau UUD 45 yang menunjukkan Indonesia sebagai Negara Demokrasi. “Ada,” jawab para jenderal itu, “Dalam Pancasila sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan itu maksudnya adalah demokrasi.”……. “Itu Musyawarah. Musyawarah itu berbeda dengan Demokrasi,” kata Habib Rizieq kepada para jenderal itu. Kemudian Habib Rizieq menguraikan beda Musyawarah dengan Demokrasi.

Akhirnya, cerita Habib Rizieq, jenderal-jenderal itu mengangguk bahwa Indonesia bukan Negara Demokrasi, melainkan, semestinya disebut Negara Musyawarah. Celakanya lagi, kata Habib Rizieq, jika Soekarno mendeklare Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin dan Soeharto memaksakan istilah Demokrasi Pancasila, eh di era “reformasi” kian parah. Ada liberalisasi Pancasila. Pancasila diliberalkan.

Sebut misalnya, pemilihan presiden langsung atau kepala daerah yang dipilih langsung, itu justru bertentangan dengan sila keempat Pancasila yang menganut asas musyawarah untuk mufakat. Dalam konteks ini, menurut Habib Rizieq, ada unsur kesengajaan dengan mengorupsi terminologi (istilah). Kelompok sekuler menafsirkan seenaknya, sehingga kata Musyawarah ditafsirkan sebagai Demokrasi.

Dalam hal ini, Habib Rizieq menambahkan, termasuk, misalnya, penggunaan istilah parlemen, itu juga untuk mengaburkan kata Musyawarah dan Perwakilan. “Jangan sebut parlemen, tapi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat),” tegasnya.

Ini bermula dari pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin yang berkuah darah bermandikan keringat dalam merebut kemerdekaan republik ini. Umat Islam sebagai pemegang saham mayoritas negeri ini adalah yang berhak menetapkan Dasar Negara dan mengisi pembangunan republik dengan landasan syariat islam.

Jika ada pihak yang mengatakan, ini bukan Negara Islam, kalau ente mau menegakkan syariat Islam di Negara ini, dan tidak suka dengan kondisi Indonesia sekarang, ‘silakan keluar’, maka, kata Habib Rizieq, justru sebaliknya, merekalah yang harus keluar. Sebab, penetapan Dasar Negara Indonesia yang dibingkai dalam Piagam Jakarta itulah yang sah, karena disepakati dan ditandatangani oleh para pendiri bangsa ini, tapi terjadi penelikungan dan pengkhianatan pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan—dimana teks proklamasi yang semestinya adalah pembacaan Piagam Jakarta secara resmi oleh Soekarno, bukan teks proklamasi dadakan hasil dari tulisan tangan presiden pertama RI itu.

Bahkan, tak hanya menyepakati Dasar Negara dalam bingkai Piagam Jakarta, umat Islamlah yang bermandikan darah bercucuran keringat untuk merebut dan memerdekakan republik ini. Jadi, masuk akal jika kaum Muslimin adalah yang paling berhak mengatur negeri ini. Ini historis. Jangan mengingkari sejarah! Ini negeri Islam. Jadi, kata Habib Rizieq, umat Islam harus mengisi negeri ini dengan syariat Islam, bukan malah minggir apalagi keluar dari NKRI.

Jadi, apapun ceritanya, mengungkap historis perjalanan bangsa dan Negara ini, lebih dari itu, Indonesia sebenarnya adalah Negara yang berdasarkan Islam, setidaknya bagi pemeluk-pemeluknya diwajibkan menjalankan dan menegakkan syariat Islam di persada ini. Yang protes dan menghalangi, jutsru menentang kesepakatan ditandatanganinya perumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta!

Kalaupun tak mengacu pada Piagam Jakarta, Negara ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, yakni Allah Subhanahu Wata’ala. Sebab, Tuhan Yang Maha Esa itu adalah Allah. Ditambah lagi dalam Muqaddimah UUD 1945 ditegaskan, republik ini merdeka “Atas Berkat Rahmat Allah…” Bahkan, imbuh Habib Rizieq, dalam batang tubuh UUD 45 pasal 29 ayat 1 dipertegas lagi, ”Negara berdasar Atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Jadi, kata Habib Rizieq, sungguh sangat sah jika Indonesia berada dalam NKRI Bersyariah -Negara Kesatuan yang melaksanakan dan menegakkan syariat Islam. Negara yang berlandaskan Islam, menjalankan syariat Islam, setidaknya bagi para pemeluknya- dan bukan Negara Pancasila, apalagi Negara Demokrasi.