Senin, 04 Juni 2012

" Ballada Aku Punya Negeri "



Ballada Aku Punya Negeri
 
                     Ballada jutaan orang mati sepi tanpa ada yang benar-benar perduli

                                       Busung lapar, ibu mencekik anaknya sendiri

                                         Rakyat tak kunjung bangun dari tidurnya 

                                                         Korupsi, tiada tara

                                  Sampai kiamat nanti hanya TUHAN yang mengerti

                 Bagaimana mungkin pernah ada kehidupan yang sedemikian tanpa nurani

                                                         Belanda menjajah

                                                            Orla menindas

                                                          Orba menganiaya

                                                    Orde Reformasi menyiksa

                                                     Ballada aku punya negeri

                                   Ballada bangsa yang dicekik terus tak mati-mati 

                                             Bangsa yang tak kenal perlawanan

                                Karena ustadz-ustadznya menganjurkan kesabaran 

                                         Bangsa yang tak tahu pemberontakan

               Karena ustadz-ustadznya mengajak sibuk berdzikir membangun kearifan

                                 Bangsa yang tak bisa memahami permasalahan

                 Karena ustadz-ustadznya juga bukan hanya tak paham peta persoalan,

                     tapi memang hampir tak pernah mengalami persoalan-persoalan 

                        Rakyat kelaparan, ustadz bilang: tingkatkan iman dan takwa

                      Rakyat kebingungan, ustadz bilang: bangunlah keluarga sakinah

                       Rakyat kesakitan, ustadz bilang: orang sabar disayang TUHAN

                                Rakyat sekarat, ustadz bilang: ambil hikmahnya!

                                                      (Emha Ainun Najib)


KH. Hasyim Muzadi Tepis Tuduhan Indonesia Intoleran

Sabtu, 02 Juni 2012 | 07:05 WIB













 Sidang PBB di Jeneva pada tanggal 23/Mei/2012 lalu, menyinggung soal kebebasan beragama. Dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB tersebut diikuti oleh 74 negara termasuk Indonesia. Beberapa negara mencecar Indonesia dengan berbagai pertanyaan seputar permasalahan kebebasan beragama yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia, Natalegawa, tanpa merasa malu dalam pidatonya menyampaikan bahwa ada kelompok-kelompok tertentu yang cenderung ekstrim dan telah mencederai demokrasi di Indonesia. Anehnya, Natalegawa sama sekali tak menyinggung sebab atau akar masalah timbulnya konflik di dalam negeri seperti adanya penodaan dan penistaan terhadap agama di Indonesia yang akhir-akhir ini kian marak. Ia hanya sibuk menyoroti penodaan demokrasi sepihak tanpa membicarakan bahwa ada pihak lain juga yang terusik karena tidak bisa membela haknya di Negara yang sibuk mengumandangkan demokrasi ini. Pidato Natalegawa jelas politis dan sepihak.

Dalam pidatonya, Natalegawa menanggapi kritikan dari Lembaga Swadaya Masyarakat baik dari dalam negeri maupun International yang menyoroti kepada kelompok minoritas seperti pada kasus sejumlah gereja, perlawanan kepada aliran Ahmadiyah dan juga pelarangan diskusi buku tanpa menjelaskan akar permasalahannya.

Namun Natalegawa sebagai perwakilan pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan upaya-upaya positif untuk menekan intoleransi. Ia menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memajukan perlindungan HAM dan tidak akan berjalan di tempat apa lagi berjalan mundur. Dalam hal ini sikap Natalegawa sangat disayangkan, ia lupa kalau umat Islam juga harus dilindungi hak-haknya sebagai bagian terbesar dari Negara yang katanya mengedepankan demokrasi dan perlindungan HAM ini. 

Kasus penodaan agama seperti pelecehan dan penistaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sekte ahmadiyah, kelompok liberal dan LSM Komprador adalah masalah Hak Azazi umat islam yang sampai saat ini tidak sedikit pun mendapat dukungan dari pemerintah. Lalu pihak mana yang dimaksud Natalegawa telah mencoreng nilai demokrasi? Apakah maksudnya pihak liberal boleh menghina umat islam sebagai bagian dari demokrasi, sementara umat islam yang Hak Azazinya terusik tidak boleh melakukan perlawanan karena dinilai merusak demokrasi? Inikah maksud Natalegawa dengan keseimbangan di Negara demokrasi? Inikah sikap Negara yang memajukan perlindungan HAM?.

Sikap beberapa Negara di PBB yang menuduh Indonesia intoleran terhadap agama lain mendapat respon dari salah satu tokoh penting Indonesia, KH. Hasyim Muzadi. Dalam tanggapannya, Hasyim Muzadi memberikan pencerahan yang penting untuk diketahui banyak pihak.

KH. Hasyim Muzadi, sebagai Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) serta Mantan Ketum PBNU menyikapi tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia pada Sidang PBB di Jeneva pada tanggal 23/Mei/2012, sebagai berikut:

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia. 

Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam. Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin masalah selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain dari pada masalahnya selesai. 

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa, pendirian Gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian MASJID juga sangat sulit. Belum lagi pendirian Masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi. Kalau ukurannya LADY GAGA dan IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukuran HAM, lalu di Papua kenapa saat TNI/ Polri/ Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?

Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan MENARA MASJID, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan JILBAB, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia yang tak menghormati agama, karena di sana ada Undang-undang perkawinan sejenis. Agama mana yang memperkenankan PERKAWINAN SEJENIS?!

Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas membedakan mana HAM yang benar (Humanisme) dan mana yang sekedar Westernisme….”.
Pencerahan dari KH. Hasyim Muzadi tersebut mendapat respon yang sangat baik dari Habib Rizieq Syihab. Menurut Habib, tanggapan KH. Hasyim Muzadi tersebut sangat luar biasa, dan patut diketahui masyarakat luas. [Slm/ fpi]


Sumber : fpi.or.id
Foto okezone.com

Senin, 21 Mei 2012

Fenomena Lady Gaga, Zionisme Budaya, dan Tanda-tanda munculnya Dajjal



(Arrahmah.com) - Belum lepas cobaan yang mendera umat atas kedatangan Ratu Penghina Nabi, Irshad Manji, kini umat muslim kembali akan dicoba. Tanggal 3 Juni nanti, diva Pop asal Amerika, Lady Gaga, berencana menggelar konsernya di Gelora Bung Karno, Jakarta. Penolakan demi penolakan pun kemudian lahir dari berbagai kelompok Islam merespon aksi nekat Lady Gaga tersebut.

Di Jakarta, misalnya, sekelompok Umat Islam dari Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM) jauh-jauh hari sudah menggelar aksi demonstrasi di Bunderan HI, Jakarta. M Ihsan Sofyan selaku Koordinator GUMAM menilai Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. FPI juga berpendapat sama. Mereka meminta pihak berwenang untuk ikut mencekal kedatangan Lady Gaga. FPI menilai, baik lirik maupun tampilan Lady Gaga sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Jadi persoalan penolakan lady Gaga tidak semata-mata faktor erostisme semata, tapi yang lebih penting daripada itu adalah persoalan akidah.

Bahkan, KH. Kholil Ridwan selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya secara tegas mengatakan bahwa membeli tiket Lady Gaga adalah haram. Pimpinan Ponpes Husnayain itu menghimbau agar tiket yang sudah dibeli agar dikembalikan. “Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram. Dangdut yang budaya lokal aja haram. Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” katanya kepada Eramuslim.com Sabtu, (17/3) dalam kapasitas pribadi selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya.

Siapakah Lady Gaga?
Mungkin umat bertanya-tanya siapakah sosok Lady Gaga? Mengapa terjadi pro dan kontra begitu keras atas niatnya menginjakkan kaki di bumi Allah bernama Indonesia. Betulkah Lady Gaga adalah agen Illuminati yang sengaja disisipkan Yahudi untuk merusak akidah umat Islam?

 Hati Yesus Dalam Klip Alejandro

Lahir pada 28 Maret 1986 dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta, Gaga kecil memang memliki rekam jejak paganisme yang cukup kuat, tidak heran Gaga cukup mudah menerjemahkan pesan Illuminati dalam tiap konsernya. Dari awal kariernya (tahun 2005) hingga album ketiga, berbagai penerjemahan konsep Teologi Illuminati membanjiri video klip maupun aksi panggungnya katakanlah seperti Bad Romance, Alejandro, Judas, maupun Born This Way. Dalam video klip Alejandro, misalnya, secara terang-terangan Gaga mengkampanyekan ajaran antikristus dengan menaruh salib terbalik di (maaf) kemaluannya. Gaga pun tidak segan-segan mesti mengeluarkan waktu yang lama dalam video klipnya demi menampilkan aksi mengarak Hati Kudus Yesus pada awal-awal klip.

Gaga sendiri memang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Convent Of The Sacred Heart. Sekolah swasta milik katolik ini menampung sejumlah siswa khusus perempuan dalam jenjang TK hingga SMA. Namun sejarah Sacred Heart of Jesus sendiri jauh dari landasan iman Kristiani. Ordo Sacred Heart of Jesus (Ordo Hati Kudus Yesus) justru diprakarsai oleh Alexander Pope (1688-1744) yang banyak merujuk pada ajaran penyembahan setan dan kental dengan semangat mistisisme Kristen. Referensi tentang Hati (jantung) yang berdarah juga menyebar dalam tulisan-tulisan tokoh seperti Saint Bernard dari Clairvaux (1090-1153). St Bernard dari Clairvux adalah orang yang pertama kali meletakkan fondasi dasar bagi aturan-aturan dalam ordo Knights Templar. Seperti mengucapkan kaul (janji setia kepada Tuhan) maupun berikrar untuk tetap setia sebagai Ksatria Perang Salib. Karena itu, tidak heran seorang Ksatria Templar betul-betul akan menyerupai biarawan Cistercian dengan mengenakan jubah putih dan menambahkan sebuah salib merah besar pada jubah mereka. Namun semua itu hanyalah dalih untuk menutupi penyamaran mereka sebagai agen yang bekerja demi kepentingan paganisme.

René Guénon pencetus ajaran tradisi Primordial, dalam tulisannya The Sacred Heart and the Legend of the Holy Grail juga menyinggung teologi Sacred Heart of Jesus (Hati Kudus Yesus). Tokoh Theosofi ini mencoba melacak akar sejarah dari Hati Kudus Yesus secara lebih mendalam. Dengan mengutip tulisan pengkaji Holy Grail bernama Monsieur Charbonneau-Lassy yang berjudul The Ancient Iconography of the Heart of Jesus, Guénon mencoba menyimpulkan bahwa Hati Kudus Yesus sangat terkait erat dengan Legenda Holy Grail.

Monsieur sendiri berkeyakinan bahwa legenda Holy Grail sangat mungkin terkait dengan sejarah dari Hati Ekaristi Yesus yang hidup ketika zaman Agama Mesir Kuno. Dalam heiroglif Kuno, kata Monsiuer, gambar hati sebenarnya lebih tertuju kepada Vas (bayangkan sebuah Vas bunga tempo dulu berbentuk hati) ketimbang jantung manusia. Vas inilah yang kemudian terejawantah dalam bentuk cawan ketika peristiwa kematian Yesus yang kemudian melahirkan Holy Grail sebagai polemiknya.

cawan suci

Cawan Suci Kita ketahui bersama, opini Holy Grail selama ini banyak dikembangkan oleh Yahudi untuk menggoyang Iman Kristen dan mendukung klaim atas tahta suci Vatikan. Penggambaran Maria Magdalena sebagai pasangan Yesus pun turut dipopulerkan oleh pengikut Anti-Kristus dalam beberapa dekade terakhir pada buku-buku seperti The Jesus Scroll (1972), Holy Blood, Holy Grail (1982), The Gospel According to Jesus Christ (1991), The Da Vinci Code (2003), Templar Revealation serta The Two Marys: The Hidden History of the Mother and Wife of Jesus (2007).

Terlepas dari kebenaran legenda dibaliknya, Holy Grail sudah identik dengan Maria Magdalena, istri Yesus yang selama ini coba disangkal oleh Vatikan. Bagi Vatikan, Maria adalah hanya seorang pelacur yang bertobat dan sama sekali tidak mewakili tahta Yesus pasca wafat. Namun, Dinasti Merovingian mengklaim sebaliknya. Bagi mereka, Maria Magdalena adalah istri sah Yesus dan paling berhak mewarisi Tahta Suci Vatikan. Dinasti Merovongian inilah yang kemudian akhirnya mengklaim bahwa mereka memikili hak legitimasi untuk mewakili garis keturunan Yesus.

Selain cawan suci, simbol lain dari Maria Magdalena adalah salib mawar. Lambang ini juga terekam dalam video klip Lady Gaga yang berjudul Judas. Video ini dibuka dengan adegan iring-iringan kendaraan bermotor yang merupakan representasi Last Supper dimana jumlah pengendara motor sebanyak 12 orang, ditambah Lady Gaga, menjadi 13 orang adalah para aktornya. Lady Gaga sendiri berperan sebagai Maria Magdalena dan mengendarai motor bersama Yesus dengan mahkota berduri di kepalanya.

Namun uniknya, bisa dikata inilah video klip paling kontroversial yang pernah dibuat oleh Lady Gaga. Video Klip ini lebih tepat disebut sebagai pertarungan teologi karena betul-betul memberikan pukulan telak terhadap Iman Kristiani. Jika kita menyaksikan video ini, maka kita akan dapati bahwa Adegan per adegan Judas menyiratkan “pengkhianatan” Maria Magdalena kepada Yesus dengan memberikan ruang Judas (Iskariot) untuk masuk dalam sela hatinya, padahal Judas tidak lain adalah pengkhianat Yesus itu sendiri.

Karenanya, jika kita cermati lebih mendalam, Lady Gaga lebih tepat disebut sebagai sebuah personifikasi perlawanan terhadap dogma Kristen. Ia tidak berdiri di atas kaki Vatikan maupun Merovingian, tetapi ia berdiri diatas kaki sendiri yang tidak lepas dari misi Yahudi. “I’m just a Holy fool, oh baby he’s so cruel, but i’m still in love with Judas, baby,”  katanya memposisikan diri sebagai Tuhan dan sebuah prophecy bahwa Tuhan akan tunduk pada Lucifer. Mengerikan.

Lady Gaga dan Skenario Zionisme Budaya
Kendati penolakan demi penolakan terus hadir merespon konser Lady Gaga, tetap membuat para pendukung Lady Gaga pantang mundur. Pernyataan Haram yang dilontarkan oleh Kyai Kholil Ridwan pun direspon dengan caci maki. Tidak sedikit dari mereka adalah remaja yang tidak lagi menganggap orangtua dan ulama sebagai panutannya. Bahkan mereka berani menantang siapapun penolak konser Lady Gaga dengan stigma dinding penghalang kebebasan berekspresi. "Gue sudah bosan kalau Lady Gaga dicap aneh-aneh. Sebagai fan base Lady Gaga, kita punya argumen freedom of expression," kata fans Lady Gaga, Giat (19) seperti dilansir situs detik.com, Kamis (17/5).

Giat yang berjuang demi mendapatkan tiket Lady Gaga dengan antre satu hari sebelumnya ini pun sangat kecewa bila konser batal digelar. Bagi dia dan semua fans Lady Gaga, setiap orang tentu punya hak untuk berekspresi. Dia pun meminta agar pihak-pihak yang lain menghormati hak fans Lady Gaga untuk berekspresi.

Sungguh fenomena ini sangat menyedihkan. Sebagai negara mayoritas Islam, akidah umat telah jauh terperosok. Lady Gaga dibela, sedangkan ulama dihina. Inilah dampak dari sebuah bangunan Negara yang tidak dipimpin oleh hukum Allah dan membiarkan kerusakan lambat laun menggerogoti sendi akidah masyarakatnya dengan menjadikan hukum buatan manusia sebagai pilarnya.

Jika kita telusuri lebih jauh, kelompok  Zionisme Yahudi memang begitu menyadari jika perjuangan politik tidak akan bisa dilakukan tanpa ditopang oleh upaya lainnya. Tak terkecuali budaya. Inilah yang sempat disoroti Prof Abdul Rahman H. Habanakah dalam bukunya Metode Merusak Akhlak Dari Barat. Beliau menegaskan salah satu sarana ampuh yang dipakai Yahudi untuk memerosotkan akhlak muslim adalah dengan menenggelamkan kaum muslimin ke dalam lingkungan yang buruk. Untuk merealisasikan tujuan itu, mereka menggunakan berbagai unsur seperti harta, wanita, hukum, kekuasaan, kemewahan sampai permainan dan seni pertunjukkan. Lebih jauh beliau menjelaskan,

“Yang paling penting dalam hal ini ialah seni tentang kecantikan, metode dan pesona wanita terhadap kaum laki-laki. Dalam hal ini mereka mempergunakan sarana-sarana seperti: bioskop, sandiwara, drama, menulis berbagai macam cerita, sejarah psikologi, masalah-masalah sosial dan sebagainya. Juga sarana-sarana seperti: majalah, surat kabar, radio, televisi, video cassete, dab bermacam-macam saranan periklanan dan reklame.
“Merekalah yang memegang kekuasaan untuk ikut menentukan dan mengatur acaranya. Kalaupun ada (yang baik, pen.) terlalu sedikit, atau hanya dimintai bantuan apabila ada kerusakan atau ketika menghadapi masa kritis.”

buku Henry Ford

Henry Ford, pebisnis Amerika yang menghabiskan hampir setengah hidupnya untuk menyadarkan Amerika dari bahaya Yahudi menjelaskan dengan baik bagaimana budaya telah ditanamkan kelompok Zionisme guna mewujudkan misinya. Dalam buku monumentalnya, The International Jew, dikatakan bahwa teater/seni pertunjukan adalah bagian tak terpisahkan dari Yahudi untuk menyetir selera publik dan memengaruhi cara berpikir masyarakat. Teater dan seni pertunjukkan tidak hanya diberi sebuah tempat istimewa dalam Protocol of Zion, tapi juga telah dijadikan teman setia di setiap malam dan pekan. Lebih jauh, Henry Ford menjelaskan:

“Begitu kaum Yahudi memegang kendali atas minuman keras Amerika, maka kita menghadapi masalah minuman keras dengan konsekuensi drastis. Begitu kaum Yahudi memegang kendali atas ‘film bioskop’, kita menghadapi masalah dengan film dan konsekuensinya yang sangat kentara.
“Setiap malam, ratusan ribu orang menghabiskan 2-3 jam waktu mereka di Teater; setiap hari secara harfiah jutaan orang membuang 30 menit sampai tiga jam menonton film; dan arti sebenarnya dari hal ini adalah jutaan orang Amerika setiap hari merelakan diri mereka memasuki ide-ide kehidupan, cinta, dan tenaga kerja Yahudi… Teater bukan bersifat Yahudi dalam sisi manajerialnya saja, melainkan juga kesusateraan dan profesionalnya. Sekarang semakin banyak drama yang muncul dengan penulis, produser, bintang, dan para pemain yang semuanya Yahudi.”

Buku Henry Ford sendiri kemudian dikecam oleh kelompok Yahudi. Puluhan juta kopi yang telah tersebar tidak lagi dapat ditemukan di toko-toko buku maupun perpustakaan di Amerika. Dalam catatan pengantar buku tersebut, dikisahkan berbagai upaya mencetak buku ini -yang mencapai ketebalan 1000 halaman- akhirnya hanya berujung sia-sia. Pada tahun 1952, edisi baru dari seri The International Jew yang dikumpulkan dari artikel-artikel Ford pun kembali dimusnahkan oleh kelompok Yahudi. Sedangkan cetak ulang lainnya yang dilakukan National Vanguard Books, Po. Box 90 Hillsboro WV 24946 USA juga tidak mampu lagi ditemukan. Padahal jika kita telusuri lebih jauh keterlibatan Yahudi dalam industri Film di Amerika sudah menjadi rahasia umum. Jewish Encylopedia Judaica sendiri sebagai Ensiklopedi terbaik mengenai literatur Yahudi mengakui kepenguasaan Hollywood berada di tangan Yahudi.

“Semua perusahaan besar Hollywood, kecuali United Artist, didirikan dan dikendalikan oleh orang-orang Yahudi.”

Mesin lain dalam lapangan budaya lainnya tentu adalah musik. Musik dalam doktrin zionisme tidak semata-mata sebagai bentuk hiburan, tapi juga alat mind control yang akan diterapkan kepada masyarakat. Dalam Protokol of Zion Bab 5 ayat 4 tertulis, “Selain itu, kita juga menggunakan seni untuk mengarahkan masyarakat dan individu – individu dengan teori – teori dan pernyataan yang dimanipulasi secara licik, dengan peraturan – peraturan kehidupan secara umum dan bentuk lainnya yang tidak lazim, yang semuanya tidak di pahami oleh masyarakat goyyim…”

Keshahihan Protokol of Zion sendiri hingga kini masih menyisakan kontroversi, namun terlepas daripada itu, apa yang termaktub dalam protokol tersebut sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Adalah Was Penre, tokoh Musik yang “berjasa” membesarkan musik Heavy Metal dan Rock di era 1980 hingga 1990an yang membeberkan rahasia itu. Ia mengatakan telah menjadi rahasia umum di AS bahwa siapapun yang ingin tenar dan terkenal dalam jagad hiburan, maka ia harus tunduk dan mau bekerja sebagai agen dari illuminati, atau setidaknya mau diajak bekerja sama, dengan sadar atau tidak. “Untuk mendaftar sebagai musisi untuk Perusahaan Rekaman besar, Anda harus bersedia untuk bekerja ke arah Agenda mereka, yang akhirnya memperoleh kontrol penuh atas populasi masyarakat dunia,” tegasnya seperti dikutip dalam situsnya Illuminaty News.com.

Penre mengetahui hal tersebut karena memang pernah terlibat sebagai komposer musik di beberapa perusahaan rekaman besar di Amerika. Ia mengaku heran bagaimana lagu-lagu ciptaannya yang mengandung pujian kepada tuhan, kedamaian, dan bentuk cinta kepada keluarga tidak diterima di perusahaan tersebut. Sebaliknya lagu-lagu yang bertemakan seks, pemujaan syaitan, penghinaan kepada semua agama, serata peperangan malah lulus untuk diterbitkan dalam album kumpulan rock. Naudzubillahi Min Dzalik.

Promosi Dajjal dan Tanda-tanda Kedatangannya
Sungguh penulis begitu khawatir, fenomena umat muslim masuk ke liang biawak Yahudi sudah terang benderang terjadi. Umat Muslim saat ini seperti sudah meninggalkan petuah agamanya dan menganggap remeh urusan akidah. Tidak sedikit umat muslim menganggap enteng perkara tauhid dengan menyembunyikan kebanggaannya sebagai muslim dalam hal syariat Islam demi urusan kekuasaan, jabatan, tahta, maupun nafsu semata.

Sejatinya beberapa klip Video Gaga juga tidak lepas dari promosi untuk menyambut kemuncullan puncak fitnah ini. Hal ini dapat terlihat bahwa dimanapun Konser Lady Gaga berlangsung, mereka selalu didampingi beberapa penari latar seperti robot yang siap mengikuti apapun perintah Tuannya (Al Masih Ad-Dajjal). Satu persatu penari latar itupun berdiri berjejer melindungi Lady Gaga dalam tiap aksinya. Mereka berpakaian sama, berpenampilan sama, bahkan hingga membentuk potongan rambut yang sama.

Sungguh cobaan umat Islam saat ini begitu berat. Bahwa kita sekarang memang dituntut untuk memperkuat tauhid untuk mempersiapkan puncak fitnah yang akan terjadi. Baru-baru ini, seperti kita ketahui bersama, sebuah kabar yang sangat penting untuk Umat Islam datang dari Israel. Fenomena alam menunjukkan telah terjadi perubahan kuantitas air dari Danau Tiberias yang merupakan sumber utama air bersih bagi bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel.

Grafik Tiberias


Grafik Tiberias
Ustadz Ihsan Tanjung dalam artikelnya Keluarnya Ad-Dajjal Dan Mengeringnya Danau Tiberias menyoroti dengan serius kenyataan menipisnya sumber mata air di Israel tersebut. Beliau mengingatkan bahwa mungkin saja untuk sebagian orang, informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusannya. Tapi bagi setiap muslim-mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius. Mengapa? Karena dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”. Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal!

Sebuah Hadits yang sangat panjang mengisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau. Akan tetapi sebuah pemandangan mengejutkan menghampiri mereka tatkala mereka berjumpa dengan seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai  
”orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangannya terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kakinya terbelenggu besi”. 
Lalu terjadi dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Simaklah dialog berikut ini:

Ia berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias). Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak. Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu? Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya? Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib. Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya? Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya. Ia bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku. Aku adalah Al Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir diizinkan untuk keluar lalu aku akan keluar.” (HR MUSLIM - 5235)

Melihat semua fenomena yang tengah terjadi, maka pertanyaannya adalah: akankah kedatangan Lady Gaga juga bagian dari aksi "teatrikal" untuk mempersiapkan ini semua? Cepat atau lambat semua akan terjawab. Inilah akhir zaman. Allahua’lam.

Oleh, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Penulis, The Brain Charger)

Selasa, 08 Mei 2012

Lucifer, Dari Bangsa Jin Atau Malaikat..?


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
Bung Rizki yg terhormat semoga selalu dirahmati dan dilindungi oleh ALLAH SWT.
Saya ingin bertanya tentang Lucifer, sesosok nama malaikat cahaya yg menjadi simbol kepercayaan kaum paganis atau yg lebih sering disebut sebagai The God of Light, The Fallen Angel dan bintang fajar.
Apakah Lucifer ini berasal dari bangsa jin ataukah malaikat? Sebab saya pernah dengar dari teman yg berkepercayaan Kristen, Lucifer ini adalah dari bangsa malaikat yg ketika semua malaikat disuruh untuk bersujud pada Nabi Adam AS, ada 1 makhluk yg membangkang dan menurut kepercayaan mereka, Lucifer-lah biang keladinya (Kalau di Islam, kita mengenal Iblis) lalu Lucifer ini dikutuk Tuhan dan diusir ke bumi, maka jadilah ia disebut The Fallen Angel yang telah hilang sifat2 malaikatnya. Lalu apakah dalam Islam kita juga mengenal Lucifer? Apakah ada kesamaan antara Lucifer dengan Iblis?
Terima kasih atas kesediaan bung Rizki untuk menjawabnya.
Hamid Ghufry

Jawaban:


Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bung Hamid Ghufry yang senantiasa dirahmati dan dilindungi Allah SWT, pertama-tama yang harus ditekankan di sini ialah jika kitab suci al-Qur’an maupun Hadits tidak ada yang menuliskan kata “Lucifer”. Jadi, bisa dipastikan jika Islam tidak mengenal istilah “Lucifer”. Walau demikian, ada istilah dalam Islam yang mewakili semua yang ada dalam diri Lucifer, yakni Iblis. Memang, kosakata “Lucifer” sendiri berasal dari perbendaharaan kebudayaan Barat.



Kita tentu sudah mengetahui jika Iblis (berasal dari bahasa Arab “Abasa” yang memiliki arti sebagai “Pembangkang”) diciptakan Allah Swt dari zat sejenis api atau cahaya, sama dengan asal penciptaan Malaikat. Hanya saja, ketika Allah Swt memerintahkan agar semua mahluk bersujud kepada Adam a.s.,  hanya iblis yang menolak perintah Allah Swt. Sebab itu dia dinamakan pembangkang (Abasa, Iblis). 

Allah Swt di dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Baqarah (2) ayat 34 berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah” kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Dari ayat ini kita mengetahui jika Iblis tadinya berada di antara para malaikat, namun karena membangkang, derajatnya diturunkan sehingga dia termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir. Dengan kata lain, orang-orang kafir yang tidak mau atau enggan menerima ketauhidan sama derajatnya dengan iblis. Naudzubillah min dzalik!



Iblis dan Lucifer memang serupa. Hanya saja, karena kekristenan yang ada sekarang banyak sekali mengadopsi ajaran paganisme Roma yang berurat-akar pada paganisme Mesir Kuno (Osirian Rite) sejak zaman Firaun dengan para pendeta Kabbalah-nya, maka sosok Lucifer juga ditempeli dengan berbagai istilah seperti The God of Light, The Fallen of Angel, dan sebagainya. Lucifer memiliki arti secara harfiah sebagai “Cahaya”, sama seperti pengertian “Illuminaty” yang juga merujuk pada Cahaya. Maria Magdalena sering juga disebut oleh kaum Yohanit sebagai The Illuminatrix, Sang Dewi Cahaya.




Sekarang ini, kelompok-kelompok Kabbalis seperti Zionis-Yahudi, Freemasonry, Templar, Rosikrusian, dan ribuan sekte kecil yang menyempal di dalam keyakinan Barat, menyatakan jika Lucifer adalah malaikat yang dianiaya Tuhan, sama seperti legenda Maria Magalena yang disebut sebagai perempuan suci yang dianiaya oleh Gereja. Ini semua berangkat dari keyakinan paganis.
Islam hanya mengenal iblis, bukan Lucifer. 
Wallahu’alam bishawab, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    
Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

Senin, 30 April 2012

" Psikologi Berasal Dari Yahudi "



Ustdz saya salah seorang mahasiswa psikologi, kebetulan saya mendapatkan hasil slide kajian ust saat di kajian zionsme, kebetulan saya dapat dari teman saya, jujur saya jadi sadar bahwa psikologi itu berasal dari yahudi, pelajaran yang saya dapat di kampus jauh pula dari islam. ustadz saya jadi takut, apakah saya harus keluar dari fakultas psikologi, padahal orang tua mengharapkan saya jadi psikolog, saya berhasil masuk PTN favorit itupun tidak mudah (tahu sendiri, saya mesti latihan tengah malam dan orang tua banyak keluar uang karena saya ikut lembaga bimbel). saya harus bagaimna ust, di satu sisi saya tidak mau ikut menanggung beban ini. makasih untk jawabannya :(:(
Putra

Jawaban

Saudaraku Putra, alhamdulillah jika sudah ada kesadaran dalam diri saudara tentang kekeliruan psikologi. Saat ini, psikologi memang berkembang menjadi ilmu tanpa tuntunan Allah SWT.


Nama-nama psikolog pun tidak saja dihiasi dari para tokoh Yahudi, namun psikolog-psikolog itu juga mengangkat ilmuanya dari millah Yahudi yang sekuler dan menafikan peran Allah. Maka itu, tak aneh jika Muhammad Quthb mengatakan bahwa dua sektor yang kuat dinflitrasi oeh Yahudi adalah, Pendidikan dan Psikologi.

Psikologi dan Millah Yahudi

Istilah psikologi sendiri awal kali pertama muncul ketika seorang kaballah bernama Plato menyebut istilah psyche dalam struktur jiwanya. Ia membagi manusia menjadi tiga bagian, yakni, akal, afeksi, dan nafsu. Akal ada dikepala, afeksi terletak di dada, dan nafsu berada di perut.

David Livingstone dalam tulisannya “Plato The Kabbalist” sampai menyatakan keprihatinannya bahwa gurita Filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh.

Sedari awal Plato sama sekali tak mengkaitkan manusia sebagai seorang hamba Tuhan. Oleh karenanya psikologi ditolak dalam teologi Kristen, karena menerima psikologi akan berimplikasi pada ketuhanan Yesus.
Terputusnya nilai-nilai keIslaman dalam Psikologi, akan sangat terasa saat kita mendapatkan matakuliah psikodiagnostik. Mata kuliah ini bisa meraba kepribadian orang hanya bermodal pensil dan kertas. Ini jelas berbahaya sekali.

Psikodiagnotisk tidak lain adalah hasil saduran dari ajaran positivisme August Comte yang menafikan peran Allah dan mengagungkan empirisme. Comte sendiri adalah seorang Freemason yang ditugaskan menghancurkan Khilafah Ustmaniyah dan mengganti ajaran Islam dengan humanisme.

Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, “Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai.” Comte juga mendesak agar Islam diganti dengan ajaran positivisme.
Anda bayangkan dalam tes gambar, kepribadian seseorang akan ditentukan dari apa yang digambarnya (biasanya gambar orang). Masalahnya, hasil dari gambar ini akan merepresentasikan diri kita sendiri dari mulai tangan, kaki, mata, dan kepala.

Akhirnya karena bersendikan hanya kepada sebuah gambar, maka kita jangan kaget, jika seorang akhwat yang mencoba melukis dirinya berjilbab akan dapat cap egois dan tidak mau mendengarkan orang lain. Kenapa? Itu semua terjadi akibat konsekuensi logis seorang wanita berjilbab yang tidak akan mungkin memperlihatkan telinga (karena ditutupi jilbab) dalam gambarnya. Saudara mengerti maksud saya kan?

Dan lebih dalam daripada itu, apakah menggambar manusia dibolehkan dalam Islam, lebih-lebih dijadikan patokan kepribadian. Ini bukan hal sepele, karena Rasulullah sendiri pernah bersabda, “Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pulan kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim no. 969)

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525)

Sekarang kita beralih kepada konsep parenting yang banyak dilakoni psikolog muslim saat ini. Mereka mengembangkan apa yang disebut “Never Say No To Children”. Dalam konsep ini kita diharamkan untuk mengatakan jangan dan tidak kepada anak. Ini jelas konsep yang menyesatkan.

Konsep ini dibangun oleh Sigmund Freud, psikoanalis dan pengikut sekte Kabbalah Shabbatai Sevi yang menyatakan keinginan tidak boleh dibatasi. Bahwa menyatakan larangan akan membunuh potensi anak dan cenderung mengantar anak ke jurang neurosis.

Padahal Islam adalah konsep yang mengandung larangan dan anjuran. Dan menariknya Lukman sendiri memakai kata jangan kepada anaknya, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya : “Hai anakku.. janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar..” (QS. Luqman 13)


Saran dan Tanggapan
Saudaraku, mengemban amanah orang tua tentu adalah perbuatan yang sangat mulia. Orang tua adalah pihak yang harus kita taati sepanjang tidak menyalahi dan menyimpang dari aturan agama. Saya hanya berpesan keputusan saudara untuk berhenti kuliah, janganlah dikarenakan faktor emosional semata. Bagaimanapun memutuskan perkara besar haruslah melalui pertimbangan yang matang dan mantap.
Untuk hal itu, saudara bisa mendirikan Shalat Istikharah sebagai ciri insan bertauhid yang menyerahkan segala urusan hanya kepada rabbnya. Dialogkanlah secara baik-baik kepada orangtua yang mengharapkan saudara menjadi psikolog tentang kekeliruan-kekeliruan psikologi saat ini.

Yang lebih penting daripada itu, kecintaan saudara dan keluarga untuk berkhidmat dalam dunia psikologi bisa diwujudkan dengan semangat yang betul-betul Islami. Jauhkanlah pandangan terhadap kepribadian manusia dari millah Yahudi. Kajilah Psikologi dalam kacamata Islam, atau ada yang menyebutnya dengan Islamisasi Psikologi.

Banyak para ulama muslim yang belum digali keilmuannya dan kita akan melihat begitu hebatnya Islam berbicara mengenai jiwa manusia ketimbang psikologi Barat. Katakanlah Ibn Qayyim Al Jauzi, Ibnu Hazm, Al Ghazali. Mereka-mereka adalah ahli tauhid yang membicarakan jiwa karena langsung berdasar atas firman Allahuta’ala dan hadis-hadis Rasulullah. Allahua’alam.

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS Al-Baqarah: 147). Wallahua'lam.

(Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)

Selasa, 24 April 2012

"Gerakan Theosofi di Indonesia"


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa waktu yang lalu saya membeli buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" yang ditulis oleh Artawijaya dan diterbitkan oleh Penerbit Al Kautsar. Saya sudah hampir selesai membaca buku itu. Namun ada yang mengganjal di hati. Dalam pembahasannya tentang Kartini, Artawijaya mengulas surat-surat Kartini dan menurut analisa beliau, Kartini kemungkinan adalah anggota Theosofi atau paling tidak terpengaruh oleh pemikiran Theosofi yang berakar dari Freemasonry.
Sementara, dalam sejumlah artikel yang pernah saya baca, Kartini disebutkan sebagai pejuang wanita yang mencoba memperjuangkan nilai-nilai Islam. Sebenarnya manakah yang benar: apakah Kartini seorang Theosof; terpengaruh oleh Theosofi, ataukah Kartini seorang priyayi Jawa yang mencoba memperjuangkan nilai-nilai Islam dari belenggu adat?Mohon penjelasannya.
wanttowakeup 

Jawaban

Wa’alaikumsalam wr.wb.
Jazakallah khoiron atas pertanyaan dari saudara wanttowakeup. Mulai hari ini saya akan mencoba untuk membantu eramuslim dalam menjawab pertanyaan seputar dunia konspirasi. Memang dunia ini sangatlah menarik untuk diperbincangkan.

Saudara Wanttowakeup yang dikarunia Allah, melihat anda menanyakan dunia theosofi yang ada dalam pemikiran Kartini dari draft artikel yang anda baca. Alangkah menarik jika anda berkenan menyertakan pula artikel yang dimaksud, agar bisa kita telusuri bersama-sama.

Nama Theosofi sendiri diambil dari bahasa latin: Theos yang berarti “God” (Tuhan) dan Sophia yang berarti “wisdom” (Kebijaksanaan). “God” dalam pemahaman Theosofi tidak berarti satu, tetapi merujuk pada setiap hal yang dianggap sebagai “Tuhan”. Karena itu, Tuhan dalam kepercayaan Theosofi punya banyak nama: God, Yahweh, Allah, dll. Theosofi berkeyakinan bahwa setiap agama sama benar, dan menuju pada Tuhan yang sama.

Doktrin ini sekarang serupa dengan gagasan ide Pluralisme Agama. Sedangkan jauh sebelum theosofi, nilai penyatuan agama-agama di dengungkan lewat nama Perenialisme.
Jika melihat definisi itu kita bisa mendudukkan masalah dengan mengacu kepada sederetan ucapan-ucapan Kartini kepada Ny. Abendanon yang dituangkan dalam surat-suratnya. Saya coba akan lampirkan dibawah ini:

”Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan,adalah bunyi tanpa makna.” (Surat Kartini Kepada E.C Abendanon, 15 Agustus 1902)

”Agama yang sesungguhnya adalah kebatinan, dan agama itu bisa dipeluk baik sebagai Nasrani, maupun Islam, dan lain-lain.” (Surat 31 Januari 1903)

"Kalau orang mau juga mengajarkan agama kepada orang Jawa, ajarkanlah kepada mereka Tuhan yang satu-satunya, yaitu Bapak Maha Pengasih, Bapak semua umat, baik Kristen maupun Islam, Buddha maupun Yahudi, dan lain-lain.” (Surat kepada E.C Abendanon, 31 Januari 1903).

Nyonya Abendanon sendiri tempat Kartini bercerita, adalah seorang wanita yang ditugaskan oleh Belanda sebagai Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Abendanon tercatat banyak meminta nasihat dari seorang orientalis kawakan bernama Snouck Hurgronye. Menurut Hurgronye, golongan yang paling keras perlawanannya kepada Belanda adalah golongan Islam.

Memasukkan peradaban Barat dalam masyarakat pribumi adalah cara yang paling jitu untuk mengatasi pengaruh Islam. Tidak mungkin membaratkan rakyat kecuali jika ningratnya dibaratkan terlebih dahulu. Untuk tujuan itu, langkah pertama yang harus diambil adalah mendekati kalangan ningrat terutama yang Islamnya teguh untuk kemudian dibaratkan. Hungronye menyarankan kepada Abendanon agar membaratkan Kartini.

Artawijaya sendiri dalam bukunya Gerakan Theosofi di Indonesia seperti anda katakan memang mengarah pada dugaan kemungkinan, namun secara jelas menyimpukan ahwa Kartini pada kategori terpengaruh Theosofi.

Sedangkan apakah Kartini sebagai wanita juga menyuarakan hak-hak nilai Islam? Jawaban ini memang sempat diungkapkan oleh Profesor Ahmad Mansyur Suryanegara. Prof. Mansur mencoba menggambarkan Kartini yang dipilihnya secara “lebih Islami” dengan giat memendung misi kristenisasi. Hal ini merujuk kepada ucapan Kartini kepada Ny Abendanon.

“Bagaimana pendapatmu tentang Zending? Jika bermaksud baik atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi…bagi orang Islam melepaskan keyakinan sendiri untuk memluk agama lain merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?”(kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903)

Namun mengacu pada surat di tanggal yang sama seperti telah saya kutip sebelumnya, Kartini juga menolak Islamisasi, Budhaisasi, dan pendoktrinan pada satu agama. Dari sinilah kemudian kita menyimpulkan bahwa Kartini memang sangat kuat terinflitrasi Theosofi.

Selain itu, bukti Kartini memperjuangkan nilai-nilai Islam juga diragukan oleh Tiar Anwar Bachtiar. Kandidat Doktor Sejarah dari Universitas Indonesia ini dalam tulisannya “Mengapa Harus Kartini?” pada pada jurnal islamia (insists-republika) edisi 9 april 2009 lalu, mempertanyakan apakah betul Kartini memperjuangkan nilai-nilai Islam sebagai wanita.

Padahal banyak wanita muslim yang lebih riel berbuat ketimbang Kartini yang hanya melakukan surat menyurat lalu diterbitkan. Kartini tidak terlihat berbuat nyata dalam memperjuangkan hak wanita secara faktual mengingat justru ia banyak bergaul dengan bangsawan-bangsawan Belanda dan terlibat diskusi. Bahkan buku Habislah Gelap Terbitlah Terang diterbitkan Belanda enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911.

Ada banyak tokoh-tokoh muslimah Indonesia yang sudah lebih jauh melangkah mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Rohana Kudus, misalnya, jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Selain itu juga ada Dewi Sartika (1884-1947). Wanita ini tidak sekedar berwacana tentang pendidikan kaum wanita, namun juga mendirikan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung.

Cut Nyak Dien bahkan, ia tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini. Namun berbeda dengan Kartini yang melihat Belanda sebagai tempat tujuannya. “Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland (Belanda), karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih” (kepada Ny. Ovinksoer, 1900)

Selain itu, Harsja W. Bahtiar dalam artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita” yang teragkum dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4) melakukan gugatan terhadap penokohan Kartini. Harsja W. Bahtiar menilai bahwa selama ini kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia sebenarnya lebih kepada kosntruk orang-orang Belanda.

Akhirnya dengan fakta-fakta ini kita bisa lebih clear melihat bahwa pandangan Kartini tentang agama sangat terpengaruh kuat oleh Theosofi, dan fakta bahwa Kartini memperjuangkan nilai-nilai Islam sebagai seorang wanita  masih bisa dipertanyakan. Wallahua’lam.

Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

Kamis, 19 April 2012

Betulkah Perintah Menegakkan Khilafah Tidak Ada Dalam Al Qur'an?

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bung Pizaro yang dirahmati Allah Ta'ala.
Saat kemarin saya sholat Jum'at di Masjid di dalam komplek salah satu instansi pemerintah, khatib menyikapi persamaan tanggal 17 Ramadhan dengan 17 Agustus.

Menurut dia, kemerdekaan dari penjajah merupakan rahmat Allah Ta'ala, dan bentuk negara yang ditetapkan sama pendahulu-pendahulu negeri juga telah dirahmati Allah Ta'ala.

Jadi tidak perlu lagi punya angan-angan akan berdirinya sebuah khilafah Islam, karena itu sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Terlebih lagi dia menantang para jamaah untuk membuktikan adanya perintah Allah Ta'ala di dalam Al Quran yang menyuruh kita membuat sistem khilafah, yang menurut dia tidak ada satu ayatpun. Menurutnya lagi, Islam itu mengajarkan moral yang luhur, tapi tidak mengajarkan sistem perpolitikan untuk menjadi penguasa.
Saya pribadi meragukan pendapatnya, tapi saya kekurangan bahan untuk menjelaskan kepada teman saya. Mohon pencerahannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala. Amin.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Abu Noura 


Jawaban

Alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh
Jazakallah atas pertanyaannya saudaraku Abu Noura. Semoga Allah senantiasa memberikan keilmuan yang mendalam pada diri kita agar kita bisa membedakan mana yang haqq dan yang bathil meski terlihat tidak kasat mata. Allahuma amin.

Saudaraku gagasan mengenai Khilafah Islamiyah memang menjadi perdebatan hangat dalam tubuh umat Islam. Ide mengenai Khilafah menjadi sasaran untuk digugat oleh kelompok Sekuler, Liberal, dan Pluralis. Kita masih ingat empat tahun lalu, masih dalam suasana Iedul Fitri, ketika Metro TV menayangkan acara Today’s Dialogue bertema Konsep Khilafah VS Demokrasi.

Kala itu kelompok Liberal yang diwakili Abdul Moqsith Ghazali menyatakan bahwa penolakan Khilafah Islamiyah menjadi keniscayaan. Moqsith menyatakan bahwa Al Qur’an (juga hadis) tidak satupun menjelaskan konsep Khilafah. Pada poin berikutnya ia juga melihat bahwa Konsep Khilafah lahir sebelum munculnya ide Negara-bangsa, maka ketika sudah lahir konsep Negara bangsa saat ini, maka ide Khilafah tidak lagi menjadi relevan dan gugur dengan sendirinya.

Menanggapi ucapan Moqsith, maka Ustadz Muhammad Ismail Yusanto dari Kelompok Hizbut Tahrir Indonesia yang juga jadi pembicara kala itu langsung membantahnya. Dengan mengeluarkan dalil Surat Al Maidah 44-47, beliau mengatakan ayat ini menjadi dasar teologis penegakan Syariat Islam di dalam Al Qur’an.

Ketika sang pembawa acara mengkonfrontir bahwa apakah ayat itu bisa spesifik ditujukan untuk mendirikan Negara dalam Islam, maka Ustadz Ismail Yusanto, menyatakan bahwa Syariat Islam berlaku terikat dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam memiliki negara untuk menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya dan itu hanya dapat terjadi dengan sistem yang baik, yakni sistem Islam.

Saudaraku, dialog diatas hanyalah representasi dari minimnya wawasan umat Islam di negara kita, bahwa tidak mendetailnya penyebutan konsep Khilafah dalam Al Qur’an kemudian ia menjadi gugur dengan sendirinya. Kalaulah kita mau berfikir demikian, mengapa kita masih memakai demokrasi dan pancasila sebagai sistem hidup terbaik, bukankah istilah demokrasi lebih-lebih pancasila juga tidak ada di dalam Al Qur’an?

Bahkan pemakaian Istilah Demokrasi Islam pun tidak ada di dalam Al Qur’an. Kalau kita telusuri lebih jauh yang terjadi malah sebaliknya, Allah berfirman di berbagai surat bahwa mengambil mayoritas suara sebagai sebuah kebenaran justru identik dengan kesesatan, karena kebanyakan manusia penuh dengan kelemahan.

“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs. al An’aam:116)

“.. dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu lengah terhadap tanda tanda kekuasan Kami” (Qs.Yunus:92)

“..dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu benar benar fasiq” (Qs. Al Maa’idah: 49)

“ ..Sedikit sekali kalian beriman kepadanya. (Qs.Al Haaqqah:41)

“ Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs.Saba’:13)

Selanjutnya penjelasan Khilafah yang tidak memiliki dasar di dalam Al Qur’an sama sekali tidak betul. Kalau kita telusuri dari berbagai kitab yang ditulis oleh para ulama, maka kita akan menemui bahwa penjelasan menganai Khilafah banyak dibahas dalam Al Qur’an. Imam Qurthubi, misalnya, ketika menafsirkan Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi,

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Beliau menyatakan bahwa Surat Al Baqarah ayat 30 secara pokok menegaskan tentang aturan mengangkat imam dan khalifah untuk didengar dan dita’ati, untuk menyatukan pendapat serta melaksanakan, melalui khalifah, hukum-hukum tentang khalifah.

Khilafah juga berasal kha-la-fa yang berarti kepemimpinan. Hal ini terdapat dalam makna berbagai makna. Pertama, Generasi pengganti (Al-A’raf: 169, Maryam: 59). Kedua, Suksesi generasi dan kepemimpinan (al-An’am: 165, Yunus: 14 dan 73, Fathir:39). Ketiga, Proses dan janji pemberian mandat kekuasaan dari Allah (an-Nur:55). Keempat, Pemegang mandat kekuasaan dan kewenangan dari Allah (al-Baqarah:30, Shad:26).

 Jadi, kata khilafah atau khalifah dalam arti kepemimpinan jelas ada dalam al-Quran.
Selanjutnya, Ibnu Manzur dalam kitabnya Lisaan al-‘Arab menjelaskan bahwa kata imam juga memiliki arti tujuan atau maksud, jalan dan agama, megimami atau maju menjadi pemimpin/imam bagi mereka. Dari sini kita akan mendapatkan informasi tentang khilafah dengan menelusuri ayat-ayat yang mengandung kata imam.

Hal ini juga diamini oleh Imam Ar Razi. Dalam kitabnya, Mukhtar Ash-Shihah, ia mengatakan bahwa Khilafah atau Imamah ‘Uzhma, atau Imaratul Mukminin semuanya memberikan makna yang satu atau sama, dan menunjukkan tugas yang satu, yakni kekuasaan tertinggi bagi kaum muslimin. Ucapan Ar Razi akan sangat definitif dengan pemaknaan Khilafah Islamiyah.

Maka itu, jika penggunaan kata Imam simetris dengan khilafah, maka dari hal ini kita bisa melihat bahwa di dalam Al Qur’an kata imam terulang sebanyak tujuh kali. Dari tujuh ayat tersebut terlihat hanya ada dua yang bernada sama dan dapat dijadikan rujukan dalam persoalan khilafah, yaitu yang berkategori pemimpin dalam kebajikan. Kedua ayat tersebut terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 124 dan QS. Al-Furqan ayat 74.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim”. (QS. Al Baqoroh [2]: 124)

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqon [25]: 74)

Oleh karena itu saudaraku, kebenaran bisa dicapai dengan ilmu. Penguasaan suatu ilmu akan memudahkan kita menerima kebenaran Allah. Ilmu pun akan kuat jika dibarengi tauhid yang lurus pula dan jauh dari kemaksiatan. Justeru karena kita diberikan hikmah kemerdekaan oleh Allah SWT, kita harus bersyukur dengan menjalankan seluruh perintahnya, menegakkan hukum Allah, dan menjauhi hukum thaghut, bukan sebaliknya.

Sebab banyak orang yang sudah faham Khilafah dan Syariat Islam hanya karena kepentingan pribadi dan kelompoknya, maka ia pura-pura tidak mengetahuinya. Menyatakan Khilafah ide lapuk dan syariat Islam adalah masa lalu. Semoga kita dihindari dari tipikal orang-orang fasiq dan kufur seperti itu.

”Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsungkepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian. Kemudian beliau berhenti”. (AHMAD - 17680). Allahua’lam

(Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)

Senin, 16 April 2012

Mengapa Di Kartun Nickelodeon Ada Simbol Dajjal?

assalamualaikum wr.wb
mas, mengapa kok setiap saya nonton kartun spongebob atau kartun-kartun di nickelodeon ada simbol-simbol occultisme. contohnya saat spongebob edisi mr.magic ada gambar mata satu yang besar di gerbang nya. dan kata teman saya ada juga simbol bintang daud di kartun chalk zone. apa semua ini ada kaitannya dengan zionis internasional dan apa pemilik nickelodeon juga orang yahudi serta apa sarannya untuk anak-anak?
sukhron
wassalamualaikum wr.wb

sasongko 

Jawaban

Alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallah pertanyaannya saudaraku Sasongko, semoga anak-anak kita senantiasa dilindungi Allah untuk dijauhan dari tayangan-tayangan tidak bermanfaat. Karena jika tauhid seorang anak hancur, maka hancur pula masa depan generasi Islam yang sekarang tengah kita bina.

Saudaraku, Nickelodeon adalah sebuah jaringan TV kabel khusus untuk tayangan anak-anak dan praremaja, tetapi juga memutar program untuk remaja dalam blok acara TEENick. Pada awalnya Nick, biasa tayangan ini disebut, hanya beredar di Amerika Serikat, tetapi sekarang sudah merambah ke berbagai negara seperti di kawasan Asia Tenggara, contohnya Indonesia.

Merebaknya tayangan ini di negeri kita, bermula saat tanggal 11 Oktober 2006, Viacom melalui MTV Networks Asia Pasifik mepersiapkan sebuah unit baru untuk mengelola Nickelodeon Asia Tenggara yang berbasis di Singapura (baca: basis Israel di Asia Tenggara).



Nickelodeon pun kemudian diluncurkan di Singapura dan mengembangkan layanannya di Asia Tenggara dan Polinesia. Dan kini di Indonesia, program Nickelodeon dapat disaksikan di Global TV dan televisi berbayar seperti Indovision dan First Media.

Jaringan Nickelodeon sendiri dimiliki oleh MTV Networks sebagai anak perusahaan dari raja media dunia, yaitu Viacom International (Singkatan dari Video & Audio Communications) atau biasa disebut Viacom Inc. Dan yang menarik Viacom Inc adalah perusahaan media yang dipimpin oleh Sumner Redstone (Lahir tahun 1923 dengan nama Murray Rothstein), seorang Yahudi yang tergolong sebagai konglomerat media terbesar keempat di Amerika. Mendahuluinya, ada nama-nama jaringan Media Yahudi lainnya seperti The Walt Disney Company, Time Warner dan News Corporation. Maka itu wajar saja, jika 96% jaringan media saat ini dikuasai oleh Yahudi.



Viacom sendiri memiliki pendapatan lebih dari $ 10 miliar per tahun, termasuk dari jaringan kabel Nickelodeon yang banyak kita nikmati. Ia juga memproduksi dan mendistribusikan program televisi sekaligus, memiliki 12 stasiun televisi dan 12 stasiun radio. Termasuk memproduksi film fitur melalui Paramount Pictures, yang dipimpin oleh kolega Yahudi lainnya, yaitu Sherry Lansing.

Darah zionis yang mengalir dalam tubuh Summer Redstone pun sangat kuat. Ia secara terangan-terangan pernah mendukung George Bush dalam pemilihan Presiden tahun 2004. Diduga karena ia berpendapat bahwa kemenangan Bush akan lebih baik untuk menunjang laju perusahaan zionisme medianya secara ekonomi.

Maka tak heran dalam beberapa tayangannya, program kabel Nickelodeon sarat akan misi Yahudi tidak saja simbol, tapi juga fikroh. Tayangan Avatar The Legend of Aang, misalnya, kalau kita perhatikan adalah pengejawantahan dari konsep atheisme yang dipropagandakan Kabbalah. Konsep kekuatan angin, air, udara, dan api diambil dari kepercayaan Yahudi kuno tentang Dewa-dewa. Anak-anak kita digiring pada pemahaman Aristotelian bahwa alam ini bergerak dengan sendirinya.

Dalam kitab Zohar, keempat elemen ini menjadi dasar yang disebut berada dibalik penciptaan Adam (Bagian 2, halaman 23, 2, halaman 254, 2, Bagian 3, halaman 225, 1 dan di tempat lain). Sedangkan pada teks Midrash (Bamidbar Raba, bab 14) empat elemen ini disajikan saat menjelaskan urutan dari proses penciptaaan elemen-elemen masing-masing tersebut. Secara spesisifk ini dijelaskan dalam bab tentang mukjizat yang disajikan oleh 12 kepala suku Israel di padang pasir. Midrash sendiri adalah sebuah sistem penafsiran dan penjelasan Talmud dengan tujuan menyesuaikan ajaran-ajaran itu agar dapat diterapkan dalam pola kehidupan yang sudah banyak berubah. Jadi semacam kitab tafsir yang disusun untuk membumikan ajaran Yahudi dengan realitas manusia.

Akhirnya, anak-anak yang menyenangi tayangan ini akan digiring bahwa alam ini ada terpisah dari kehendak tuhan, bahkan lebih jauh dari itu tayangan ini akan mengatakan bahwa alam raya ini memiliki kekuatan sendiri tanpa peran serta Allah. Faham maksud saya?

Padahal Allah secara jelas-jelas berfirman dalam Al Qur’an,
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Anbiya: 21)

Selanjutnya, jika Avatar menyajikan empat elemen alam yang kuat akan inflitrasi teologi Kabbalah. Maka tayangan Spongebob banyak menampilkan sisi kekuatan Illuminati dan Dajjal. Dalam salah satu adegan, Spongebob bersama Patrick berjalan beriringan melalui karpet berpola catur (hitam-putih, mewakili persilangan dua dimensi, dimensi manusia dan dimensi lain, biasanya dipergunakan untuk ritual pemanggilan setan) untuk menuju pintu bertemu Mata Satu (Antikristus Dajjal).

Sejumlah media massa AS juga pernah melaporkan bahwa kartun Spongebob yang paling digemari anak-anak sekarang ini mempomosikan homoseksualitas. Alex Fung, seorang desainer di New York, kepada media pernah mengatakan bahwa karkter Spongebob tak begitu menampakkan karakter maskulin dan terlalu lembut untuk ukuran laki-laki.

Asupan misi homo seks pun semakin kuat kala kita menyaksikan beberapa ciri dari tayangan produk zionis tersebut, seperti tokoh Spongebob yang flamboyan, penuh emosi, selalu telihat periang dan tak jarang bernyanyi bersama rekan prianya, Patrick, dan teman wanitanya yang berotot, Sandy Squirre.

Akhrinya menjadi wajar ketika sebuah VCD baru dibagikan kepada 61.000 ribu sekolah di seluruh Amerika oleh para aktivis homoseksual. Dalam VCD itu kaum laknat tersebut menggunakan karakter-krakter TV populer untuk anak-anak seperti Spongebob squarepants dan si dinosaurus Barney untuk mendoktrin anak-anak supaya mereka mau mengikuti gaya hidup mereka.

Walhasil, masih banyak kisah-kisah yang mendidik untuk kita jelaskan kepada anak kita, daripada tayangan-tayangan merusak akidah seperti SpongeBob dan Avatar. Sebab kisah Nabi, Sahabat, Ulama, dan Mujahid rasanya sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak kita. Salah siapakah ini semua? Semoga bisa menjadi renungan kita bersama. Allahua'lam. (Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)

Jumat, 13 April 2012

Pohon Ghorqod


assalamu'alaykum wr.wb
saya mau tanya,yang dimaksud pohon "ghorqod" (pohonnya orang yahudi) itu semacam/sejenis pohon apa?di negara kita ada atau tidak,jangan-jangan tanpa kesengajaan kita,kita juga malah ikut menanamnya.syukron katsiroo..
wassalamu'alaykum wr.wb
abu royyani 

Jawaban

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
Abu Royyani yang dirahmati Allah SWT, pohon Ghorqod memang dikenal sebagai pohonnya kaum Yahudi. Hal tersebut secara tegas dinyatakan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya mengenai peperangan hari akhir yang berbunyi :

Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi  bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi.” (HR. Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lulu ‘wal-Marjan III/308)


Pohon Gorqod (Nitraria Retusa) merupakan tanaman sejenis semak berdaun kecil-kecil dan lebat, dengan ranting yang juga banyak. Ketika kecil pohon ini hanya berupa semak yang kecil, mustahil untuk dijadikan tempat bersembunyi. Namun ketika sudah besar, tanaman ini memiliki batang yang cukup kokoh untuk bisa dipanjat dan rerimbunan dedaunannya sangat lebat sehingga bisa dipakai sebagai tempat bersembunyi, walau pohon ini tidak tinggi-tinggi amat.

Zionis-Israel telah melakukan penanaman pohon Ghorqod sejak lama. Bahkan Yahudi seluruh dunia sangat dianjurkan untuk berpartisipasi secara aktif menanami pohon jenis ini di wilayah pendudukan Zionis-Israel di tanah Palestina. Website Jewish National Fund (jnf.org) dalam bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate) di akhir tahun 2007 telah mengumumkan jika di tanah Palestina yang dikuasai Israel telah ditanami tak kurang dari 220 juta batang pohon ghorqod.

Situs tersebut juga mengiklankan bahwa siapa saja bisa untuk membeli pohon ghorqod dan menyumbangkannya untuk ditanami di wilaya pendudukan. Satu batang pohon dihargai US $18, dan barang siapa membeli dua batang seharga US $36 akan diberi bonus satu batang. Sistem pembayarannya bisa lewat kartu kredit. Dan pengepakan serta pengirimannya pun bisa dipilih lewat metode apa.

Adakah pohon Yahudi tersebut di Indonesia? Sejauh ini saya belum mendengar adanya pohon Ghorqod di negeri ini, walau bukan hal yang mustahil jika Ghorqod ternyata juga ada di sini. Sebab itu, dalam halaman ini saya sertakan pic dari pohon ghorqod yang telah dibenarkan oleh dua tokoh HAMAS saat saya bertemu dengan mereka di Jakarta beberapa tahun lalu. Wallahu’alam bishawab.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh


(Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)    

Selasa, 10 April 2012

KB dan Skenario Zionis

 

Pertanyaan:

assalamu'alaikum.warrahmatullahi wabarakatuh. Saya banyak mendengar bahwa sejarah KB tidak lepas dari skenario zionis untuk menekan laju pertumbuhan umat muslim. lalu apa betul Thomas Malthus yang merancang itu semua adalah seorang yahudi. mohon penjelasannya.
Ari
fulan

Jawaban:

Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.
Dalam Kitab Zohar ada sebuah ayat yang menarik. “Angka Kelahiran Non Yahudi harus ditekan sekecil mungkin”. Ayat ini menjadi landasan teologis untuk mengekang laju pertumbuhan ghoyim (orang-orang non Yahudi). Karenanya, tidak aneh program “dua anak lebih baik” itu diluncurkan rezim Orde Baru era 70-an yang sedang mesranya dengan Barat.

Indonesia tidaklah sendiri. Di China mereka menjalankan Program Kebijakan Satu Anak atau jìhuà shēngyù zhèngcè. Di negeri samba, orang-orang menyebut KB dengan Planejamento Familiar. India juga menjalankan program sama, mereka menyebutnya National Population Policy.
Lalu siapakah Tokoh Yahudi modern yang ‘berjasa’ menjalankan ayat Zohar dalam konteks praksis itu? Namanya memang tidak setenar Darwin, tapi gagasan Evolusionis tokoh Atheis itu merujuk padanya. Betul seperti dugaan anda, pria itu bernama Thomas Robert Malthus (1766-1834).

Thomas Malthus, sejatinya adalah seorang pakar demografi Inggris sekaligus ekonom politk yang paling terkenal karena pandangannya yang pesimistik namun sangat berpengaruh tentang pertambahan penduduk.
Malthus beranggapan bahwa pertumbuhan sumber daya manusia tidak simetris dengan potensi sumber daya alam. Dalam An Essay on the Principle of Population (Sebuah Esai tentang Prinsip mengenai Kependudukan), Malthus membuat ramalan bahwa jumlah populasi akan mengalahkan pasokan makanan. Kondisi ini menurutnya akan menyebabkan berkurangnya jumlah makanan per orang. Pada titik inilah kekacauan akan terjadi. Dan apa yang diramalkan Darwin dengan nama Survival for the fittest akan menjadi keniscayaan.

Anehnya solusi yang ditawarkan Malthus untuk meredakan kemelut itu seakan menyelisihi Islam, yakni apa yang ia sebut sebagai preventive checks atau penundaan perkawinan. Malthus juga mengusulkan bahwa manusia tidak perlu memiliki banyak anak. Ide Malthus itu kini malah dikampanyekan oleh salah satu lembaga KB di Indonesia dengan pemeran salah seorang artis ternama. Menurut mereka menikah dini berbahaya dan dua anak lebih baik.

Pada gilirannya, ide Malthus yang masih sederhana dibuat menjadi praktis oleh kalangan Barat. Maka, muncullah kondom dari Maria Stopes (1880-1950). Alih-alih digunakan sebagai bagian dari kontrasepsi, namun dalam perkembangannya kondom justru dikampanyekan sebagai alat transaksi seks bebas.

Islam sebagai agama mulia sepanjang zaman telah mengatur persoalan ini. Bahwa banyaknhya anak bukanlah petanda kemiskinan seperti yang digembar-gemborkan Malthus dan kronco Yahudinya di PBB.
Yang menjadikan sebagian manusia mengalami kemiskinan atau krisis pangan justru adalah Kapitalisme Rostchild.

Mereka lah yang berbondong-bondong mengeruk kekayaan negara-negara berkembang dan ketiga demi mewujudkan New World Order. Mereka juga yang membuat negara-negara miskin semakin melarat berkat tipu daya IMF melalui pinjaman hutang seperti menimpa Indonesia.

Jadi buat apa umat muslim khawatir memiliki banyak anak? Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik].

Jangankan manusia, binatangpun mendapat rezeki dari Allah. “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rizkinya.” (QS 11 : 6). Betul jadi kata Aa Gym, “Kenapa kita takut akan rezeki Allah, gajah aja gak sekolah gemuk-gemuk. Plankton yang hidup didasar laut saja diberi rezeki, bagaimana dengan kita sebagai makhluk hidup yang mulia?

Namun, sebaik-baiknya mereka membuat makar, maka hanya Allah sebagai pihak berkuasa. Hingga kini, jumlah umat muslim di Eropa dan Amerika menlonjak drastis. Melihat fenomena ini, bisa jadi Yahudi sedang gigit jari atau paling tidak frustasi hingga menembak puluhan manusia seperti Teroris Breivik di Norwegia. Allahua'lam. 




 (Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)